Lagi-lagi Senayan menjadi buah berita hangat. “Renovasi Toilet DPR 2 M” menjadi topik teratas di berbagai macam media. Apa yang menarik di balik fenomena toilet seharga 2 milyar rupiah tersebut? Sebuah angka yang tidak wajar untuk diberikan kepada ruang bernama toilet? Ataukah sebuah fenomena yang menarik karena hal tersebut diusahakan di gedung DPR? Saya punya kalkulasi menarik tersendiri. Ada item kesepakatan dan ada pula item ketidaksepakatan saya.
Munculnya berita toilet DPR 2 M bagi saya adalah fenomena yang unik. Mengapa?
Pertama, ada 2 unsur penting yang dibidik pemberitaan tersebut. Unsur tersebut adalah DPR. Kedua adalah toilet berharga mahal. Berita-berita tersebut digulirkan untuk mengajak sebanyak-banyaknya masyarakat menengok kepatutan wakil mereka. Sumbu apinya adalah toilet berharga mahal. Pemirsa berita diajak untuk beropini atas kewajaran atau ketidakwajaran sebuah benda bernama toilet seharga 2 M.
Sekelebat dipastikan banyak orang sepakat bahwa harga tersebut terlalu fantastis. Konsep toilet dalam pikiran manusia adalah suatu ruang beserta peralatannya yang difungsikan untuk menampung aktivitas mandi, cuci, dan buang kotoran. Berdasarkan konsep tersebut, toilet mungkin boleh disederhanakan sebagai sesuatu berkasta bawah. Jika dibuatkan stratifikasi kastanya (mungkin) banyak orang sepakat bahwa ruang makan, ruang tamu, ruang kerja lebih mulia (berkasta lebih tinggi) dibanding toilet. Wajar jika muncul opini toilet DPR 2 M adalah tidak masuk akal. Hitungan 2 M (bagi masyarakat) lebih dari cukup untuk membangun beberapa rumah lengkap dengan perabotnya.
Namun (kedua), ada hal menarik lain. Cara media menarik perhatian massa (di Indonesia) mengabaikan ruh nalar. Sebuah headline berita “Toilet DPR 2 M” sangat mungkin melahirkan pandangan yang keliru meskipun tak mutlak salah. Pemirsa berita ketika membaca headline semacam itu tidak salah jika buru-buru membayangkan “sebuah” toilet berharga 2 M. Faktanya, apakah benar harga toilet atau biaya renovasi toilet tersebut 2 M? Bilangan 2 M tersebut sebenarnya tidak hanya untuk “sebuah” toilet. Angka fantastis tersebut bisa untuk puluhan bahkan mungkin ratusan toilet.
Apakah saya setuju dengan renovasi 2 M tersebut? Nah, saya tidak dalam porsi memberikan persetujuan ataupun tidak. Saya hanya tertarik pada fenomena pemberitaannya saja.
Sumber gambar: catsofaustralia.com


GooglePlus
Twitter
LinkedIn
lebih baik uang sebanyak itu untuk rakyat yang benar2 membutuhkan…masih banyak yang susah makan…
tank top recently posted..Kaos tangan pendek kuning ( Hana )
Setuju!
mending untuk yg lainnya mas..
2M itu bisa untuk subsidi BBM atau meningkatkan sektor pertanian dan pendidikan..
ngapain tempat beol harus mahal2
tomi recently posted..Hosting Gratis – Space 2 Gb dan Bandwith 100 Gb
Website-nya lebih mahal lagi kan, Mas? 9 Miliar lebih kalau tidak salah. Kenapa ga dipasrahin ke KBJ aja ya, Mas Tomi. Pasti bisa irit tetapi tangguh. Uangnya bisa untuk menyejahterakan rakyat.
pernah liat berita ada toilet mewah juga lho, bertahtakan berlian dll.. wohoww.. luar biasa mewah, tapi tetap aja toilet namanya, fungsinya ya buat itu, sama aja.
widyanto recently posted..Berbagi itu Indah
Hehehehe. Kalau begitu tetap berada pada kasta terbelakang ya?
Kalau buat bangun sekolah kan lumayan tuh
.
Cahya recently posted..The Way of Closed Eyes
Ya lumayan banget lah, Mas. Di desa-desa sekolahan malah sederhana banget. Dana segitu sangat berharga pastinya.