Tulisan ini sebenarnya sudah lama mengudara. Berhubung ada “Blog Quiz : a Story Pudding for Wedding” yang klop banget temanya maka saya permak sedikit untuk ditampilkan lagi. Cerita di tulisan ini adalah nyata tanpa polesan fiksi. Cekidot!
Seberapa jauh saya berjalan, saya tidak akan lepas apalagi berdikari tanpa pengaruh dari ilmu yang pernah saya tekuni. Saya justru merasakan keberdikarian ketika mampu berpikir dan berimajinasi dengan ilmu yang telah saya kumpulkan. Saya mencurahkan banyak perhatian, konsentrasi, dan menelurkan ide-ide kecil untuk sesuatu yang bernama penginderaan jauh. Sering saya katakan bahwa terceburnya saya ke dunia penginderaan jauh bukanlah akibat dari kesalahan masuk pintu. Sedari awal (pemilihan jurusan/prodi kuliah) saya sudah melakukan riset, menimbang, memperhitungkan, dan mengajak berkomunikasi diri saya sendiri apakah saya mantap di dunia penginderaan jauh. Dan hasilnya saya memilih dunia tersebut yang sering diabaikan dan dipandang sebelah mata beberapa pihak. Kini, saya menorehkan percikan perspektif keilmuan saya untuk mas kawin pernikahan saya dengan drh. Wilis Ariyana Septi.
Saya sangat terbiasa dengan cara memandang dan berimajinasi dengan perspektif mata burung. Sesuatu saya observasi, kenali, kaji, sampai analisis dengan penglihatan mendekati tegak lurus dari atasnya. Hal tersebut yang menginspirasi saya untuk membuat mas kawin 3D yang optimal dilihat dari sisi atas. Namun, saya tidak ingin melewatkan momen penting seperti tanggal pernikahan, usia saya dan wanita yang saya nikahi, warna-warna kesukaan, asal kami masing-masing, dan paling tidak beserta latar belakang pendidikan kami. Saya juga ingin mas kawin tersebut saya buat (rangkai) sendiri.
Tanggal 12 Februari 2011 saya mulai mendesain mas kawin pernikahan kami. Saya memilih kaca sebagai landasan untuk merangkai pernak-pernik mas kawin tersebut. Alasannya sederhana: kaca memiliki permukaan yang rata, padat, keras, serta tidak dapat lapuk. Mas kawin tersebut nantinya berupa uang yang dirangkai dengan pertimbangan momen-momen tadi.
Tanggal pernikahan kami adalah 19 Februari 2011. Uang yang dirangkai sebagai mas kawin sebesar Rp. 190.211 (19-02-11). Uang sebelas rupiah terdiri dari dua lembar uang yang masing-masing bernilai Rp.10 dan Rp. 1. Kedua uang jaman dulu tersebut saya dapatkan di Pasar Beringharjo Yogyakarta. Sungguh beruntung saya mendapatkan uang yang masih “baru” dan bergambar menarik: “orang membatik dan orang beraktivitas di persawahan padi”.
Uang sebesar Rp. 190.211 tersebut terdiri dari dua bentuk: koin dan kertas. Koin yang terdiri dari seribuan koin terbaru bergambar angklung saya susun membentuk dua pulau. Pulau Sumatera melambangkan tanah air wanita yang saya nikahi dan Pulau Jawa menyimbolkan kampung kelahiran saya. Jumlah koin yang menyusun masing-masing pulau tersebut mensuratkan usia kami masing-masing ketika menikah. Uang kertas saya rangkai menjadi perahu layar dalam bentuk 3D dengan layarnya berupa uang Rp. 10 dan Rp. 1. Sengaja saya tidak menginginkan kedua lembar uang antik tersebut rusak karena dilipat apalagi dilem.
Model perahu dipilih sebagai pengejawantahan ide bahwa tantangan kehidupan berkeluarga bagaikan tantangan mengendalikan perahu. Air yang melingkupi perahu bisa saja tenang bisa juga riuh hangat hingga membahayakan. Strategi bersama perlu diterapkan untuk menjamin keselamatan perahu tersebut.
Saya juga mendatangkan kura-kura dan penyu di hamparan mas kawin tersebut. Kedua binatang tersebut mewakili ilmu kedokteran hewan yang didalami wanita yang akan saya nikahi. Semua binatang dan perahu mengarah ke satu titik sebagai pertanda bahwa kami berkonsentrasi menuju satu kesepakatan langkah.
Saya berencana membingkainya dengan pigura yang kayunya tebal. Saya tidak akan membiarkan orang melihatnya dari samping. Orang harus melihatnya dari atas sebab temanya penginderaan jauh!
Oia ada kebetulan yang sungguh menarik. Ada dua lembar uang Rp. 5.000 di mas kawin tersebut. Ketika saya sedang asyik merangkai lembaran lainnya, Wilis menemukan sesuatu di nomor uang 5.000-an tersebut. Ia mengatakan: “Mas, lihat gih! Nomor serinya diawali dengan huruf WLS. Itu kan namaku.”. Saya dengan logat cuek dan sok taunya cuma jawab: “Iya!”. Ternyata, lembar uang Rp 5.000 satunya memiliki nomor seri berawalan dengan huruf IYA. Akhirnya dua lembar uang ini saya desain peletakannya agar mudah terbaca. Keduanya saya rangkai sebagai gelombang yang terdorong laju perahu.
Semoga mas kawin penginderaan jauh tersebut juga menjadi pemenang “Blog Quiz : a Story Pudding for Wedding”. Seperti yang diuraikan penyelenggara “Blog Quiz : a Story Pudding for Wedding” di komentar ini, kemenangan ditentukan seberapa banyak komentar terhadap tulisan. So, mohon dikomentari ya… Dijelek-jelekin juga boleh koq. Hehehehe. Komentator terbaik juga mendapat hadiah dari penyelenggara.
Bonus tambahan!
Komentator yang membubuhkan komentar (tapi bukan komentar SPAM) minimal 10 kali di blog saya akan mendapatkan hadiah link DOFOLLOW!
Kisah ini diikutsertakan pada “A Story Pudding For Wedding” yang diselenggarakan oleh Puteri Amirillis dan Nia Angga












GooglePlus
Twitter
LinkedIn
Sekarang udah nikah dong mas, so sweet
FridiGraph recently posted..Film Jepang Gantz (2011)
Udah. Udah punya anak juga malah. Silakan lihat foto mungil baby sy di facebook.com/febriosw.
wah mau nikah ya gan,mg berkah ya gan
Udah nikah Gan. Terimakasih doanya.
Hebat, maskawin sendiri bikin sendiri. Pastinya lebih mak cess…!!
Gudlak ya…
Dewifatma recently posted..Lipstik dan Pelecehan (non) Seksual
Terimakasih terimakasih.
Wah romantis banget mas kawinnya..
Wah alhamdulillah kalau begitu.
wah, salut saya. menyiapkan mas kawin sendiri yang sangat unik dan kreatif. tak hanya itu, tapi juga penuh makna.
sang istri yang menerima pasti sangat bahagia dan terharu. teringat sama mas kawin sendiri waktu menikah, yang amat sangat sederhana.
Masih pengantin baru berarti yah?
semoga langgeng, semoga selalu menciptakan ide kreatif dalam menggauli istri dan anak2 kelak sekreatif menyiapkan mas kawinnya hingga kehidupan berkeluarga tak pernah terasa membosankan.
salam kenal mas
waw keren kreatif sekali….
Terimakasih.
wah akhirnya ikutan juga rio..first time ikutan give away kayaknya..semoga menang yah..
kreatif banget, nggak mati ide..
btw, mohon maaf lahir batin yah rio dan keluarga, thank dah berkunjung ke blog mama kinan, even orangnya lagi mudik…sorry blom sempat bales koment..
salam buat bu dokter yah..
Semoga dapat belas kasihan yang ngadain Quiz, Ma. Jadi trus dimenangin. Hehehehe.
Iya Mama Kinan. Mohon maaf lahir dan batin juga. Sy juga sudah menduga Mama Kinan pasti baru mudik. Coz blognya koq diem aja. Terimakasih salamnya.
Kreatif bangat maharnya mas bro…
smg kita sm2 menang
Smg Bro. Amiin.
@febriosw…….iiiihhhhhhh….kebanyakan donk kalo komentar harus 10x. Boleh nawar ya 4x aja deh, hehehehehe….. Coba anakku kayak febriosw nih kreatif banget. Saluuuttt..
Hehehe. Bunda aja kreatif, pasti anaknya juga mewarisi bakat kreatifnya.
wow .. salut sekali ! ….. betapa bahagianya yg menerima mas kawin yg dibuat penuh dgn cinta
Terimakasih. Waw istri sy harusnya datang ke sini memberikan kata sambutan nih.
hebat sekali mempersiapkan mas kawin sendiri
salut!
Terimakasih Mba Julie. Lama tidak bertemu dengan Mba Julie di dunia blog.
Feeling aku ini nih yang bakal jadi Pemenang di Quiz-nya Puteri Amilrillis…….. Semoga aja.
Amiin amiin amiin. (Mba Puteri dengar komennya ini ga ya… MODE BERHARAP: ON)
Kayaknya aku suka banget nih ampe baca 2 x. Untaian kata-katanya boooo……yahuuuud…….
Terimakasih. Semoga kata-katanya tidak bikin pusing.
Gila abeezzzz………kreasinya. Mantaaaab.
Terimakasih. Komennya juga mantap sampai 3 kali.
selamat ya atas pernikahannya, masih terhitung pengantin baru ya
keren banget usahanya untuk buat mas kawin dengan dasar filosofis begitu, semoga jadi keluarga bahagia
dan semoga beruntung di kontesnya mbak Putri
Terimakasih. Iya masih baru. Hehehehe. Amiin amiin amiin semoga bahagia dan juga beruntung di kontesnya Mba Puteri.
sudah baca,,, so sweet boy,, smoga pernikahan kalian langgeng selamanya&calon baby lahir dgn selamat&sehat,, amin,,
Amiin amiin amiin. Terimakasih doanya dan so sweet-nya ya Fika.
Idenya keren…ngerangkai uang sebanyak dan seindah itu…wow!
Terimakasih…
Ingin pesan model lain? Untuk kerabat mungkin. Hehehe.
wuits..gak sembarangan mas kawin ternyata yak.. ada maknanya..
sukses,,langgeng buat Rio dan Wilis..
Amiin amiin amiin. Mas kawin untuk sekali (insyaallah) jadi selayaknya ada maknanya.
wah mas nya benar2 master nih di pengindraan jauh. sampai2 mas kawinnya berkaitan dengan pengindraan jauh juga.
Mengadopsi filosofinya, Mas. Cara pandangnya. Hehehe. Kalau dibilang master masih kurang jauh alias belum pantas.
yang penting hadiahnya bener2 spesial mas.
Iyak Mas Andre. Hadiah Mas Andre tentu juga spesial.
waaah mantaabs banget iki…. jarag2 mas kawin bikinan sendiri, palingan juga mesan… pasti sang istri berbunga bunga yaks…. good luck yaa.. eh btw maap oot, mkasih komennya di blogku udah aku ulas ttg mie celor disini
http://birumuda.multiply.com/journal/item/72
Karena ingin sesuatu yang “heart to heart” maka sy memutuskan untuk membuat sendiri mas kawinnya.
Mie Celor-nya juga sudah sy komentari, Bu. Enak kayanya…
nanti istrinya suruh buat mie celor aja… trus saya diundang makan deh…wkwkwkwk
Ide yang menarik. Trus sy mengundang untuk ikut makan Mie Celor di Jakarta, Lampung, atau Jogja? Sebab kami menghuni 3 daerah itu.
wahh selamat yachh atas pernikahannya…mas kawinnya unik banget…sangat berkesan krna hasil karya sendiri……smoga sukses di kontesnya mbak putri yachh……
Terimakasih…
Semoga pula Mba Putri mempertimbangkan untuk menang. Hehehehe.
wahh kreatif dan inspiratif, kenang2an bagi anak cucu2. Walaupun telat, saya ucapkan selamat atas pernikahannya ya
Terimakasih Bu. Semoga awet mas kawinnya dan pernikahannya. Amiin.
keren !!!!!!! karena mas kawinnya menggambarkan karakter masing2 individu yang akan melangkah ke sebuah universitas kehidupan yaitu pernikahan ^_^
Terimakasih. Kaget tadi baca komentarnya langsung menggelegar. Besok kalau pengen dibantu bikin mas kawin, boleh deh. Maksudnya ntar Mba Ambarini bilang ke Pit untuk menyewa orang yang bikin mas kawin di atas.
ketauan ngintip kesini ya mas ? hehehe …
masih termasuk pengantin baru ya .. moga2 makna dari mas kawin itu bisa jadi pengikat selamanya ya … amin
Amiin amiin amiin.
Terimakasih doanya, Bu.
terimakasih atas partisipasi sahabat dalam a story pudding for wedding….
*unik sekali ini febri…very nice mas kawin…^^…berkah selalu untuk febri dan wilis…
ajak teman-teman untuk komen di postingan ini … peserta dg komen terbanyak akan dapat hadiah juga dan komentator terbaik juga akan memperoleh hadiah…good luck…
Amiin amiin amiin. Terimakasih kunjungan dan doanya.
Sy sedang mengajak teman-teman untuk berkomentar.
wahh pantesan bulan februari kmaren jarang nulis mas.. ternyata baru honeymooon toh
Hehehe. Iya, Mas Tomi. Mas Tomi kalau belum pengen cerita tentang pernikahan, komentar di sini aja deh. Hehehehe. (Ngarep Mode:ON)
nice boy.
doakan aku segera menyusul ya.
Amiin amiin amiin. Kenapa tidak sekalian nikahnya di Australia aja? Atau nikah sebelum berangkat ke sana jadi bisa bulan madu di sana.