Belum lama saya posting topik Google Earth. Posting-an kali itu untuk menjembatani kepercayaan yang besar masyarakat kepada Google Earth. Melalui tulisan berjudul Google Earth Merapi Update Kah? saya menyampaikan bahwa gambar di Google Earth bukanlah siaran langsung dari satelit. Itu hanya sajian arsip saja. Ternyata kali ini ada berita mulai heboh tentang runway Bandara Minangkabau bengkok. Konon, seseorang mengirimkan suatu laporan ke detik.com bahwa runway Bandara Minangkabau bengkok. Ia pun mengirimkan salinan gambar dari Google Earth sebagai dasar laporannya.
Saya yakin bahwa gambar yang dilaporkan tadi salah.
Runway Bandara Minangkabau tidak bengkok. Saya yakin yang bengkok adalah gambarnya. ![]()
Saya pernah mengikuti suatu training yang diselenggarakan anak perusahaan dari Kanada. Training bertajuk Teknologi Penginderaan Jauh di Masa Mendatang tersebut memperlihatkan beberapa hal menakjubkan kepada saya.
Saya melihat bahwa gambar di Google Earth benar-benar tidak layak untuk dijadikan sumber analisis metrik. Pelaporan bengkoknya runway Bandara Minangkabau berdasarkan pengamatan di Google Earth jelas tidak tepat. Ada banyak distorsi pada gambar tersebut. Apakah kemudian kita menyebutnya Google membohongi konsumen? Tentu tidak. Google Earth sudah berbaik hati menyajikan gambar-gambar yang awalnya hanya dikonsumsi kalangan terbatas saja. Bukan kah itu sudah suatu kebaikan? Jadi jangan salahkan Google jika gambar yang disajikannya pun tidak berkualitas tinggi.
Di dunia penginderaan jauh ada suatu produk yang dinamakan Small Format Aerial Photography. Foto udara tiruan tersebut direkam dengan kamera canggih tetapi tidak memenuhi spesialisasi sebagai kamera foto udara. Hasil fotonya digunakan oleh orang penginderaan jauh. Namun, tidak sampai aspek metrik. Karena kualitas gambar (meskipun bersaing dengan Quickbird, IKONOS, dan Orbview) tetap tidak memenuhi syarat untuk sampai ke tahap itu.
Bagaimana cara menguji suatu gambar itu memenuhi syarat atau tidak secara metrik? Di dunia penginderaan jauh ada suatu metode pengujian akurasi. Pengujian dapat dikerucutkan pada pembandingan posisi dan dimensi suatu fitur-fitur di gambar dengan di lapangan. Data-data tersebut diolah dengan formula tertentu (misalkan saya mengolah akurasi citra yang saya gunakan untuk skripsi dengan National Standards for Spatial Data Accuracy) sehingga diperoleh suatu nilai. Nah, nilai tersebut direfleksikan kepada standar tadi. Jika berada di luar rentang toleransi berarti tidak perlu dipaksakan. ![]()
Adakah penyebab lain dari bengkoknya runway Bandara Minangkabau tersebut? Tentu masih ada. Layar monitor yang digunakan untuk display pun juga menyandang kontribusi kesalahan itu. Namun, kadang pada kondisi prima, penyebab kedua ini tidak berlaku.
Sumber gambar: detik.com









GooglePlus
Twitter
LinkedIn
Sebuah bukti bahwa teknologi secangggih apa pun tetap punya kekurangan.
asop recently posted..Puluhan Kendi Berisi Jin
Betul. Dan akan sangat kacau jika tidak didekati kesempurnaannya dengan pemahaman.
Mungkin artikel ini bisa jadi referensi tambahan juga. http://www.noupe.com/photography/40-bizarre-and-cool-google-earth-photos.html
Jeprie recently posted..Kumpulan Interface Desain Web Bertema Game
Wow, menarik sekali. Recommended to share. Terimakasih banyak.
Kunjungan balik nih
keren artikelnya, saya suka
Terimakasih.
ikut menelaah diskusi sebagai orang awam..sabar mas febri..pak faessa mmg fast reading..sehingga ada sedikit kliru memahaminya.. Jadi pelajaran buat saya nih..salut!
Salam kenal. Iyup sy sabar menghadapi pembaca seperti Pak Faessa. Kalau sy tidak sabar, langsung sy cut komennya. Tapi malah sy tampilkan dg harapan banyak orang akan belajar dari kejadian tsb. Semoga pengirimnya juga belajar dari situ.
hahaha,,,
satelitnya yang bengkok kali…
yang jelas, saya sendiri belum melihatnya, tapi kalo bersumber dari google earth, nampaknya datanya kurang valid,, kan jauh banget zoomingnya, belum perhitungan pixel, dll…
mending kesana langsung yukk… ^^
Nah ajakan ini yang menarik. Apalagi kalau dapat uang saku juga.
salam kenal mas, nice posting
setuju mas, emang google earth ga bisa dijadikan patokan utama, coz seringkali juga terdapat bug2 atau kerusakan dari satelitnya, trus kadang jadi muncul yg aneh2 di google earth, langsung deh orang2 kita suka pada heboh sendiri tanpa mo cari tahu lebih lanjut hehehe
@Pak Faessa: haha sepertinya Pak Faessa ini termasuk pembaca yang fast reader atau karena udah keburu emosi langsung komen aja ya? hehe
padahal klo mo ngomel2 langsung aja ke detik.com nya hehe
Salam kenal juga.
Andai pengguna sudah lebih memahami tentunya kesimpangsiuran minim terjadi.
wah saya baru denger malahan berita yang ini. makasi mas infonya. tapi bisa juga salah 1 faktornya adalah mata orang yang ngliat, sapa tau matanya punya silinder
andre recently posted..Wisata pasar ontel prambanan
Nah itu faktor lainnya.
Kalau milih2 perangkat sepeda, orang yang silinder kudu hati-hati juga. Jangan2 ban bocor di pasar ontel Prambanan dikiranya ban normal.
Wow.. kerennya…
salam kenal , mau bertukar link dan follow to follow dengan saya.. 
Bacelzone recently posted..Claim Token Technorati
Terimakasih.
OK sy pasang link-nya. 
saya kira mas sudah beragumentasi sesuai dalil *berasa agama banget*
well, saya pikir dulu juga itu online dari satelit. ha ha ha…
salam
Salam juga.
Kalau ditambah cuplikan-cuplikan Hadits gitu sepertinya makin kuat argumennya. 
blm menjelajahi secara penuh blog sampeyan, tapi cool deh kl bs sampai mengkritisi sejauh itu.
Google maps selama ini juga byk membantu di pekerjaan saya sedikit banyak plg tdk untuk memperkirakan jarak antara 1 kota dengan kota lainnnya.
BTW google earth dgn Google maps itu perbedaannya apa yah?
Mantabs….,nih opini dalam tulisanmu ini bang, makin menambah pengetahuan ku tentang google earth.
hudaesce recently posted..Dibalik Sebuah Perjuangan
Terimakasih
Saling berbagi…
berarti selama ini saya telah salah kira. saya pikir gambar di google earth itu merupakan gambar dari siaran langsung satelit.
Kadang kalo lagi bete suka buka google earth
ops:
orange float recently posted..Aku Yang Salah
Nah kalau ini bisa dijawab dengan tegas. Ternyata bukan!
Tapi itu kesalahan yang tidak dicatat sebagai dosa koq. 
Wow..ternyata bisa salah juga yah.
Saya kita Google Earth 100% benar.
Berarti harus lebih teliti lagi yah
Zippy recently posted..Blog Ini di Hack!
Salahnya pada konteks akurasi posisinya. Kalau informasi visual (tanaman, bangunan, jalan, dsb) itu benar sesuai di lapangan (khususnya pada saat perekaman). Sepanjang yang sy tahu dan pelajari, seperti itu.
kebenaran yang senyatanya pasti ada manusia kan berusaha…
kalau landasannya bengkok apa pesawatnya ga meleng pas mau terbang atau mendarat… kalau dari gambarnya sih memang ‘keliatan’ bengkok
Runway lurus itu tidak dalam konteks naik-turun permukaan juga. Jadi runway bisa saja agak naik di tengah terus turun lagi. Nah, bisa saja kenampakan bengkok itu disebabkan oleh ini. Ketika direkam oleh sensor, titik yang tinggi akan merebah dan terkesan bengkok.
Mirip dengan kasus satu kompleks perumahan di satu ruas jalan. Ada satu rumah yang dimodifikasi jadi 3 lantai padahal paket dari developer hanya 1 lantai. Ketika difoto dari udara, rumah yang 3 lantai akan terlihat lebih jauh merebah dibanding rumah lainnya. 
Sedikit urun rembug. Saya tidak tahu runway bandara memang benar2 bengkok atau tidak. Misalnya kalau memang bengkok bisa dijelaskan dari aspek geologi antara lain sebagai berikut : Tanah/batuan sebagai pondasi bandara yang berada di sekitar pantai terbentuk oleh endapan sungai/pantai yang mempunyai sifat kompaksi tidak tinggi, belum terkonsolidasi dengan kuat dan kurang kuat, goncangan gempa akan mudah sekali batuan tersebut terganggu atau kalau lebih parah lagi bisa mengalami proses likuifaksi tanah sehingga amblas, mengingat Sumbar sering mengalami gangguan gempa. Jadi solusinya, pada saat pembangunan harus diperhatikan benar2 konstruksinya dengan pertimbangan tanah/batuan yang kurang kuat tersebut.
Kalau begitu sy survei awal dulu, Pak. Lihat kesesuaian koordinat apakah benar menyimpang hanya di titik bengkokan itu. Jika hasil cek lapangan memang benar seperti itu saatnya Pak Heru yang terjun ke lapangan.

mungkin pak faessa melakukan fast reading mas… jadi beliau menangkap kalau mas febri membuat postingan yang intinya berkata bahwa runway bandara bengkok.. padahal kalau dibaca seksama malah mas febri membantah bahwa gambar dari google earh tsb salah

Sepertinya seperti itu. Dulu saya pernah dimaki2 orang gara2 menurutnya saya mengatakan pemetaan bawah air itu mustahil. Padahal saya mengatakan itu dalam konteks penginderaan jauh pasif. Dan di paragraf akhir saya menyebut teknik sounding sebagai salah satu solusinya. Komentator memaki: “Dasar gob**k! Udah tau belum kalau ada yang namanya echosounder?!”. Sepertinya banyak orang membaca tanpa sadar.

wkakakka… ya begitu mas.. saya jg sering menjumpai pengunjung yg melakukan fast reading..
jadi gak nyambung hehehe
Kacau bener.
Numpang Liat Mode
n @_@
ga mungkin bengkok.saya yg ngerjain airfield lightingnya.kalo bengkok jalan itu pecah.kalo bengkok juga kerjaan gua ngga diterima ama konsultan.kalo posting jangan asal posting dong..bikin malu aja.dasarnya ada ngga?ukur sendiri ke lapangan baru bisa ngatain bengkok.lebay banget
Kepada Pak Faessa,
Bapak, saya berkutat dengan rektifikasi citra satelit itu sudah lebih dari 4 tahun. Dan memang di sanalah disiplin ilmu saya. Citra berbayar pun tidak lepas dari masalah distorsi karena memang kenyataannya bumi itu bulat dan sensor memiliki kecembungan meskipun tingkatnya minim. Dan distorsi itupun kadang tidak merata karena banyak pengaruh. Misal karena topografi, posisi satelit yang tiba-tiba bergerak saat perekaman, dsb.
Apakah Bapak juga sudah mengukur di lapangan? Di postingan saya, saya selalu memilih kata “saya yakin” bahwa itu tidak bengkok (di lapangan). Apakah jika saya mengatakan “saya yakin akan keberadaan Tuhan” lalu Anda menganggap saya lebay karena belum membuktikan dimana Tuhan sekarang?
Menyinggung masalah konsultan, saya juga sering bekerjasama dengan konsultan. Dan sedikit banyak saya mengetahui seluk beluk konsultan.
Terimakasih.
Oia Pak Faessa, di detik.com ada banyak sekali komentar sanggahan. Kenapa tidak membalas di sana juga? Karena di sana juga banyak yang berargumen ilmu. Pak Faessa mencari bukti kan?
wakakakak! Si bapak wesmosi bangadh sampe gak nyimak obrolannya. udah jelas postingan ini belain dia.. (kalo bener dia yang ngerjain)
dasar lebay! hatimu lurusin dulu, Pak!!
just want to say “wow…..”

[...] Pemikiran atas latar belakang pencarian teknologi tepat guna hingga pemutusan simpulan bahwa teknologi penginderaan jauh mampu menjembatani itu adalah suatu yang masih on the track. Dengan kata lain dapat dibahasakan bahwa alur pikirnya masih benar dari sisi akademik sekalipun. Namun, pengerucutan simpulan bahwa Google Earth adalah jawaban dari pemikiran tadi adalah salah! Ide yang awalnya bagus berakhir pada langkah yang tak lebih berupa pengharapan yang over atas kapasitas teknologi yang dipilih. Silakan baca tulisan lain saya tentang kecenderungan penyelewengan pengharapan atas Google Earth di sini, klik saja! [...]