Kalau ditanyakan apa yang paling manusia cari saya pikir jawaban manusia adalah rezeki. Mungkin jawaban “rezeki” tersebut tidak diucapkan tegas. Namun, akan kelihatan dari usaha yang mereka lakukan dalam hidupnya, misalnya dari inisiatifnya bekerja. Boleh saja seseorang menjawab ia mencari kebahagiaan. Tetapi dilihat dari kerjanya yang begitu ketat maka terlihatlah bahwa rezeki yang ia kumpulkan untuk kebahagiaannya.
Konsep rezeki tidak akan diperpanjang di sini. Apa saja macam rezeki dan bagaimana sifat rezeki saya yakin sudah termaktub dalam ajaran di agama masing-masing. Nah, saya hanya ingin mengaitkan rezeki dengan gaya hidup tertib. Apakah rezeki berkorelasi dengan gaya hidup tertib? Pada tulisan ini, judulnya menyirat ke hal yang jelas: “Hidup Tertib Untuk Rezeki Mengalir”. Saya memilih kata “untuk” bukan “agar”. Sehingga ada nuansa spiritual yang mengharapkan sesuatu dari gaya hidup tertib yang diciptakannya, yaitu rezeki.
Hidup tertib itu sangat penting. Contoh sederhana saya sajalah. Misalkan saya sering bepergian ke luar kota. Ada beberapa gadget yang saya bawa seperti handphone dan laptop. Nah, jika saya tidak tertib mengemasnya bisa saja gadget tersebut jatuh di jalan atau dicuri orang jahat. Atau contoh lain. Saya telah tertib mengemasnya tetapi ada yang kurang dari bawaan saya. Misalkan saya membawa handphone tetapi -karena tidak tertib- charger ketinggalan. Akhirnya saya harus mengeluarkan uang ekstra untuk memastikan bahwa aktivitas saya berjalan sesuai kebiasaan dan komunikasi tidak macet. Tentu masih sangat banyak contoh lain.
Hidup tertib memang untuk rezeki yang mengalir, kan? Sebab, kalau tidak hidup tertib maka rezekinya berbelok-belok.







GooglePlus
Twitter
LinkedIn
Hidup teratur bukan saja mendatangkan rejeki, tetapi membuat rejeki yang sudah didapat menjadi awet dan mpenggunannya menjadi maksimal.
Nah ini nih pernyataan sangat berharga karena berasal dari sumber yang sudah sangat berpengalaman. Terimakasih Pak atas tambahannya. Sy sepakat dan senada.
Tertib dan Bersahaja
Iya.
Sedang mencoba tertib untuk setiap waktu yang tersisa, semoga saja rezeki senantiasa mengalir. Sedikit mengingatkan, kepada kawan-kawan mari kita budayakan tertib berlalu lintas < lhoh kok ndak nyambung?
Amiin semoga rezeki mengalir. Loh, tertib berlalu lintas juga berkaitan dengan rezeki, Mas. Coba deh tidak tertib, ketilang muluk jadinya. Duit yang harusnya bisa dibelikan beras malah cuma buat nebus STNK.
Banyak anak banyak rejeki mas. Hahaha…
Boleh boleh… Hehehe…
Ikut baca Gan, semoga rezeki saya ikut mengalir…
Amiin, Gan.
setuju mas bro. pertama saya mampir di blog ini. inspiratif sekali bos. mampir ya ke blog saya
Terimakasih Bro. Ok sy pasti meluncur ke rumah tamu2 blog sy.
Dengan hidup tertib dan teratur, semuanya bisa aman terkendali Mas…
Mulai dini juga harus diajarkan hidup disiplin dan tertib untuk anak-anak kita
S E P A K A T !! LAGI.
Selain tertib rejeki mengalir, tertib membuat hidup kita lebih mudah.
Sy setuju! Terimakasih.
Hidup tertib, rejeki ndak bakalan pergi mungkin Mas
Iya Mas Cahya.
ups,,,no coment boy,,,,,
terlalu byk yg dibawa dan ada yg lebih utama untuk difokuskan, she is.
ups again,,,but we still have comm.
so sorry boy,
betull mas.. harus tertib dan teliti biar rejeki mengalir lancar
Hidup tertib diawali dengan kejelian dan ketelitian. Kadang memulai teliti itu yang jadi pokok permasalahan. Terimakasih atas kesetujuannya Mas.
Benaaarrr sekali Bung Febrio…
sekali kita tidak tertib dalam melaksanakan sesuatau pasti ada ‘sesuatu’ yang bakal terjadi. Entah itu merepotkan diri sendiri atau bahkan merepotkan orang lain di sekitar kita.
S E P A K A T !!! Rezeki yang seharusnya bisa untuk berkembang malah jadi berkutat untuk “menambal” sesuatu yang sebenarnya sudah ada. Terimakasih.