<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Harian Pribadi FEBRIOSW</title>
	<atom:link href="http://febriosw.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://febriosw.web.id</link>
	<description>Peminat hal sosial, politik &#34;kekacauan&#34;, dan universalitas.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Feb 2012 09:20:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>KELUARGA ADALAH PENENTRAM</title>
		<link>http://febriosw.web.id/keluarga-adalah-penentram/</link>
		<comments>http://febriosw.web.id/keluarga-adalah-penentram/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 09:20:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>febriosw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[reformasi birokrasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://febriosw.web.id/?p=1871</guid>
		<description><![CDATA[Saya sangat terkesan dengan pernyataan Sudjiwo Tedjo tadi malam (21/02/2012) di Indonesia Lawyers Club. Beliau menanggapi situasi yang menimpa Nazaruddin...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saya sangat terkesan dengan pernyataan Sudjiwo Tedjo tadi malam (21/02/2012) di <strong>Indonesia Lawyers Club</strong>. Beliau menanggapi situasi yang menimpa Nazaruddin dengan untaian kalimat kurang lebih seperti ini: “<em>Jika anak istrinya saja tidak diketahui bagaimana keadaannya, bagaimana pakar hukum menjamin bahwa setiap keterangan yang disampaikan Nazar di persidangan adalah sesuatu yang sebenarnya</em>.”. Pesan berbudaya yang disampaikan Budayawan tersebut mengingatkan saya pada kisah studi banding beberapa tahun lalu di beberapa lembaga negara.</p>
<p style="text-align: justify;">Keluarga adalah penentram. Konsep tersebut tersurat pada pernyataan Sudjiwo Tedjo tersebut. Seseorang (kepala keluarga) akan menemukan ketentraman ketika ia berada pada kerumunan keluarganya. Ketentraman tersebut berimbas banyak pada sisi kehidupan suami tersebut lengkap dengan keluarganya. Ide-ide kreatif, semangat, pemikiran tajam, dan pisau kinerja akan sangat berkilau ketika suami dilingkupi keluarganya. Ajaran kerohanian pun menempatkan keluarga sebagai penentram. Namun, di suatu lembaga pemerintah masih ada pola organisasi yang mengabaikan konsep tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa lembaga pemerintah secara tak tertulis berkomitmen mendekatkan pegawainya dengan keluarga. Peraturan yang menjabarkan bahwa seorang pasangan suami-istri berhak ditempatkan di daerah yang sama pun memang sepertinya belum ada. Saya pantau di media Badan Kepegawaian Negara juga belum ada. Namun, inisiatif pimpinan lembaga untuk memenuhi kebutuhan hidup (jasmani dan rohani) pegawainya membuat tatanan organisasi di beberapa lembaga pemerintah tersebut peka situasi. Seorang pegawai dapat dengan mudah dipindah daerah jika memang menginginkan bekerja tak jauh dari keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu lembaga pemerintah yang termasuk dalam lingkup studi banding tidak memiliki inisiatif dimaksud. Alasannya sungguh negarawan: “Kita adalah rakyat Indonesia Raya”. Alasan tersebut menggerakkan komponen-komponen inti organisasi tersebut untuk tutup mata bahwa seorang manusia berkebutuhan kumpul dengan keluarganya. Seorang pegawai sering hingga puluhan tahun harus berpuasa tak bertemu keluarganya.</p>
<p style="text-align: justify;">Fakta kinerja tidak dijadikan pertimbangan untuk menyusul percepatan reformasi birokrasi lembaga pemerintah lainnya. Lembaga satu ini tercatat memiliki kinerja lamban dan kaku. Hal tersebut wajar jika ditilik dari personal-personal yang mengisi lembaga tersebut sebenarnya tidak semuanya merasakan ketentraman. Mari kita berilustrasi. Seorang suami ditempatkan di ujung Timur Indonesia. Sedangkan istrinya di ujung Barat Indonesia. Istri tidak dapat mengikuti suami karena suatu hal. Situasi istri mungkin saja adalah PNS Daerah, sedang menunggui anak yang sekolah pada level penting (prestasi rentan negatif jika berpindah-pindah tempat sekolah), dan sebagainya. Suami yang sebagai PNS Pusat tentu sebenarnya memiliki kans yang lebih luas untuk mutasi daerah. Namun, kenyataannya tidak. Usulan untuk pindah daerah selalu ditolak. Naasnya lagi (ini pernyataan resmi) seorang pegawai juga tidak diperkenankan pindah instansi. Artinya, pada kasus tadi jika sang suami ingin berkumpul dengan keluarganya maka pilihannya hanya satu: keluar dari PNS!</p>
<p style="text-align: justify;">Kebesaran hati berbudaya untuk mempedulikan orang lain -seperti yang ditunjukkan Sudjiwo Tedjo- semestinya dirangkai dalam suatu kebijakan untuk menjamin bahwa setiap PNS di negeri ini terpenuhi hak-haknya. Berkumpul dengan keluarga itu adalah hak bahkan tergolong kebutuhan. Catatan “ilegal” di satu lembaga pemerintah tadi perlu dijadikan pijakan. Banyak kasus cerai yang menimpa pegawainya dan banyak kasus selingkuh antar pegawai yang menimpa institusinya. Tanpa suatu kebijakan dari lembaga koordinator (<strong>Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi</strong> serta <strong>Kementerian Hukum dan HAM</strong>) maka rentan terjadi malkebijakan sektoral yang dilakukan pimpinan lembaga pemerintah khususnya pimpinan yang tak memiliki inisiatif berbudaya.</p>

				<!-- Social Sharing Toolkit v2.0.4 | http://www.marijnrongen.com/wordpress-plugins/social_sharing_toolkit/ -->
				<div class="mr_social_sharing_wrapper"><span class="mr_social_sharing"><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&amp;href=http%3A%2F%2Ffebriosw.web.id%2Fkeluarga-adalah-penentram%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=51px&amp;height=24px" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:51px; height:24px;" allowTransparency="true"></iframe></span><span class="mr_social_sharing"><div id="fb-root"></div><fb:send href="http://febriosw.web.id/keluarga-adalah-penentram/" font=""></fb:send></span><span class="mr_social_sharing"><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Ffebriosw.web.id%2Fkeluarga-adalah-penentram%2F&amp;text=KELUARGA+ADALAH+PENENTRAM" target="_blank" class="mr_social_sharing_popup_link"><img src="http://febriosw.web.id/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/twitter.png" alt="twitter KELUARGA ADALAH PENENTRAM" title="Share on Twitter" /></a></span><span class="mr_social_sharing"><g:plusone size="medium" count="false" href="http://febriosw.web.id/keluarga-adalah-penentram/"></g:plusone></span><span class="mr_social_sharing"><script type="IN/Share" data-url="http://febriosw.web.id/keluarga-adalah-penentram/"></script></span><span class="mr_social_sharing"><a href="mailto:?subject=KELUARGA ADALAH PENENTRAM&amp;body=http://febriosw.web.id/keluarga-adalah-penentram/"><img src="http://febriosw.web.id/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/email.png" alt="email KELUARGA ADALAH PENENTRAM" title="Share via email" /></a></span></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://febriosw.web.id/keluarga-adalah-penentram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PROFESOR ADALAH &#8230;</title>
		<link>http://febriosw.web.id/profesor-adalah/</link>
		<comments>http://febriosw.web.id/profesor-adalah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 12:48:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>febriosw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[profesor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://febriosw.web.id/?p=1866</guid>
		<description><![CDATA[Numpang trenyuh Gan&#8230; Beberapa lulusan perguruan tinggi ternama dengan ringannya menyebut: “Pak A itu Profesor kan? Dia kan sudah lulus...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>Numpang trenyuh Gan&#8230; <img src="http://febriosw.web.id/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/bolakbalik.gif" style="border:none;background:none;" alt="bolakbalik PROFESOR ADALAH ..."  title="PROFESOR ADALAH ..." /></em></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa lulusan perguruan tinggi ternama dengan ringannya menyebut: “Pak A itu Profesor kan? Dia kan sudah lulus S3.”. Pertanyaan dan jawaban yang mereka rangkai tersebut membuat saya trenyuh. Jangan-jangan banyak orang pula tidak peduli dengan istilah Profesor meskipun sering berinteraksi dengan Profesor. Paling tidak, ketika kuliah pernah bertemu dengan Profesor.</p>
<p style="text-align: justify;">Profesor bukan gelar akademik! Profesor atau guru besar adalah jabatan fungsional tertinggi bagi dosen yang masih mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi (UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen). Apakah sebutan Profesor tidak berafiliasi dengan sekolah S3? Jabatan Profesor memang berkaitan dengan sekolah S3. UU tersebut pada Pasal 48 secara jelas mengurai bahwa persyaratan untuk menduduki jabatan akademik Profesor harus memiliki kualifikasi akademik doktor. Namun, bukan berarti kalau seseorang sudah sekolah S3 dan lulus maka akan mendapatkan sebutan Profesor di depan namanya. Gelar yang didapat setelah menyelesaikan sekolah S3 adalah doktor (Dr atau Ph.D).</p>
<p style="text-align: justify;">Syarat lain untuk diangkat menjadi Profesor adalah mengumpulkan angka kredit minimal yang ditetapkan, DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 tahun terakhir, dan mendapat persetujuan senat Perguruan Tinggi dan mempunyai kemampuan membimbing calon doktor. Pembuktian bahwa seorang dosen telah membimbing calon doktor salah satunya adalah pernah menulis karya ilmiah (sebagai penulis utama/tunggal) di bidangnya dan diterbitkan pada jurnal yang terakreditasi DIKTI.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, di Indonesia masih ada satu macam Profesor lagi: Profesor Riset. Induk Profesor Riset adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Sedangkan induk Profesor (akademik) adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga uraian singkat ini memiliki andil meluruskan perspektif tentang Profesor yang masih mengambang.</p>

				<!-- Social Sharing Toolkit v2.0.4 | http://www.marijnrongen.com/wordpress-plugins/social_sharing_toolkit/ -->
				<div class="mr_social_sharing_wrapper"><span class="mr_social_sharing"><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&amp;href=http%3A%2F%2Ffebriosw.web.id%2Fprofesor-adalah%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=51px&amp;height=24px" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:51px; height:24px;" allowTransparency="true"></iframe></span><span class="mr_social_sharing"><div id="fb-root"></div><fb:send href="http://febriosw.web.id/profesor-adalah/" font=""></fb:send></span><span class="mr_social_sharing"><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Ffebriosw.web.id%2Fprofesor-adalah%2F&amp;text=PROFESOR+ADALAH+%E2%80%A6" target="_blank" class="mr_social_sharing_popup_link"><img src="http://febriosw.web.id/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/twitter.png" alt="twitter PROFESOR ADALAH ..." title="Share on Twitter" /></a></span><span class="mr_social_sharing"><g:plusone size="medium" count="false" href="http://febriosw.web.id/profesor-adalah/"></g:plusone></span><span class="mr_social_sharing"><script type="IN/Share" data-url="http://febriosw.web.id/profesor-adalah/"></script></span><span class="mr_social_sharing"><a href="mailto:?subject=PROFESOR ADALAH …&amp;body=http://febriosw.web.id/profesor-adalah/"><img src="http://febriosw.web.id/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/email.png" alt="email PROFESOR ADALAH ..." title="Share via email" /></a></span></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://febriosw.web.id/profesor-adalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>19 FEBRUARI LINTAS MASA</title>
		<link>http://febriosw.web.id/19-februari-lintas-masa/</link>
		<comments>http://febriosw.web.id/19-februari-lintas-masa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 01:19:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>febriosw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Ucapan]]></category>
		<category><![CDATA[Wedding]]></category>
		<category><![CDATA[19 Februari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://febriosw.web.id/?p=1844</guid>
		<description><![CDATA[Sembilan belas Februari adalah salah satu hari spesial dalam hidup saya. Sembilan belas Februari pada beberapa tahun meninggalkan kesan yang...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sembilan belas Februari adalah salah satu hari spesial dalam hidup saya. Sembilan belas Februari pada beberapa tahun meninggalkan kesan yang luar biasa. Kesan-kesan serius sampai kesan konyol ketika memulai kehidupan baru dengan wanita pilihan saya. Bagi Anda yang memiliki waktu lebih silakan lanjutkan membaca. Bagi yang jadwalnya padat, silakan memutuskan. <img src='http://febriosw.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt="icon smile 19 FEBRUARI LINTAS MASA" class='wp-smiley' title="19 FEBRUARI LINTAS MASA" /> </p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">19 Februari 2011 saya menikahi drh. Wilis Ariyana Septi</p>
<p style="text-align: justify;">19 Februari 2010 hari saya wisuda sarjana</p>
<p style="text-align: justify;">19 Februari 2005 saya ikut simulasi Ujian Masuk UGM</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">[Simulasi Ujian Masuk UGM]<br />
Saya ingat bahwa tanggal 19 Februari sekitar 7 tahun lalu saya ikut simulasi Ujian Masuk UGM. Ingatan saya tersebut dibantu oleh selembar brosur Lembaga Pendidikan Primagama yang tertumpuk dalam arsip di meja belajar saya. Primagama adalah penyelenggara simulasi Ujian Masuk UGM kala itu. Ada kisah menarik dari simulasi tersebut. Kisah tersebut ikut mengarahkan hidup saya sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya mendapatkan rincian program studi yang diselenggarakan UGM setelah ujian simulasi tersebut selesai. Daftar program studi tersebut kemudian saya bawa pulang. Sesampainya di rumah, saya konsultasi dengan paman tentang program studi yang tercantum banyak di selembar kertas mirip buram tersebut. Saya memilih berkonsultasi dengan paman karena beliau adalah salah satu orang terdekat yang saya kategorikan sukses berkarir. Beliau kala itu masih aktif di BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya ingat betul paman melingkari beberapa program studi lengkap beserta nomor urutan prioritasnya. Saya protes waktu itu. Kenapa program studi yang tidak pernah saya dengar malah diberi nomor teratas. Program-program studi yang sedang panas-panasnya diincar orang malah diberi angka belakang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kenapa malah Kartografi dan Penginderaan Jauh yang diberi nomor urut pertama?”, protes saya. Saya tak habis pikir. Paman saja lulusan Pertanian. Kenapa paman memilihkan program studi yang jauh dari kehidupannya. Begitu pikir saya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Program studi ini prospektif! Pakde -begitu beliau memanggil dirinya sendiri- kalau ada proyek selalu bekerja dengan orang-orang dari program studi ini. Mereka menguasai pekerjaan dan medan.”, papar paman dengan singkat, padat, dan tegas.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini, saya merasakan apa yang dipilih paman. Kata-kata bahwa program studi tersebut prospektif telah mengantarkan saya pada banyak pengalaman. Satu hal yang harus selalu disyukuri, program studi tersebut membuka banyak kesempatan untuk mendapatkan materi. Hehehe. Materialistik mode ON.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">[Wisuda Sarjana]<br />
Akhirnya saya kuliah di program studi Kartografi dan Penginderaan Jauh. Hitungan masa studinya pun terbilang tidak wajar untuk spesialisasi yang saya ambil. Kuliah di program studi itu biasanya lama. Saya tidak bohong. Dan ada momok pada program studi tersebut: penginderaan jauh radar. Penginderaan jauh dapat dipahami mengindera sesuatu (bumi) dari jauh (angkasa). Obyek yang diindera terlebih dahulu direkam membentuk gambar (foto udara/citra satelit). Anda tentu terbiasa mengamati gambar dengan mata. Iya kan? Hal yang sama juga terjadi pada interpreter (sebutan analis foto udara/citra satelit). Mereka juga terbiasa melihat menggunakan kemampuan mata. Nah, radar itu berbeda konsep meskipun tetap dalam konteks penginderaan jauh.</p>
<p style="text-align: justify;">Radar adalah kependekan dari Radio Detection and Ranging. Apa yang ditangkap dari kata tersebut? Radio! Penginderaan jauh radar mengindera obyek tidak dengan gelombang yang di-familiar-i mata manusia. Penginderaan jauh radar mengindera menggunakan gelombang radio/gelombang suara. Silakan dibayangkan bagaimana cara melihat sesuatu dengan gelombang seperti itu. Atau silakan dibayangkan apakah bisa melihat sesuatu menggunakan telinga? Hal-hal yang “sulit” diterima angan-angan tersebut lah yang membuat penginderaan jauh radar momok. Silakan bongkar arsip penelitian/skripsi/tesis/disertasi di fakultas saya. Kalau perlu, bongkar semua arsip di universitas atau lembaga-lembaga yang menaungi praktisi/profesional bidang penginderaan jauh. Saya yakin Anda tidak akan menemukan banyak referensi/hasil. Sedikit sekali yang mendalami penginderaan jauh radar di Indonesia. Padahal, penginderaan jauh radar adalah sistem yang cocok untuk daerah tropik (sering ada awan).</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tidak pernah peduli dengan masukan rekan kuliah bahwa pilihan saya meneliti radar adalah pilihan bunuh diri. Saya tidak peduli dengan riwayat senior yang terkatung-katung penelitiannya karena kehabisan energi. Saya yakin saya bisa menyelesaikan pilihan saya. Dan saya penuhi keyakinan tersebut. September 2009 saya mengajukan skripsi lewat seminar terbuka. Januari 2010 skripsi saya telah ditandatangani 4 dosen penguji. Di angkatan saya, saya lulus urutan kelima.<span id="more-1844"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sembilan belas Februari 2010 adalah jadwal wisuda saya. Sebuah pengalaman baru datang lagi. Saya ditawari untuk berpidato di hajatan besar program sarjana UGM tersebut. Tawaran saya terima. Naskah pidato yang heroik saya susun dan disetujui wakil-wakil rektor, direktur-direktur, protokol pimpinan universitas, dekan, dan wakil dekan. Hari wisuda sarjana menjadi rekor baru bagi saya. Baru kali itu saya berpidato di acara resmi nan sakral di depan ribuan hadirin di Grha Sabha Pramana UGM. Silakan amati dan dengarkan kehebohan pidato saya di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=NjL80PhU2FY" target="_blank">Youtube</a>. <a href="http://www.youtube.com/watch?v=NjL80PhU2FY" target="_blank">Ini salah satu part videonya</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">[Menikahi Dokter Hewan]<br />
Ada yang unik dengan pilihan hidup saya kali ini. Saya menikahi dokter hewan. Padahal, saya adalah orang yang paling tidak nyaman melihat kotoran, kandang, darah, dan semacam itu. Namun, saya malah menikahi orang yang bergelut dengan bidang tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Di awal-awal pernikahan saya sering mengantar istri ke lapangan. Jujur saja, peristiwa itu bagaikan uji nyali bagi saya. Saya dipaksa masuk ke kandang ayam dengan tanah yang becek saking banyaknya kotoran. “Ampun istri tercinta. Andai boleh jujur, boleh tidak Mas di rumah saja?”, begitu kira-kira gerutu saya dalam hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu ketika datang seorang minta bantuan. Sapi miliknya baru saja hendak dimakan anjing. Banyak luka di badan sapi tersebut. Saya pun mengantar istri datang ke TKP. Dengan gesit tapi tenang istri saya mengambil peralatan-peralatannya. Tibalah saat yang ditunggu-tunggu: suntik! Istri saya mengambil suntikan raksasa dan mulai mengisikan cairan obat ke dalamnya. Saya tak pernah membayangkan bagaimana cara istri saya (yang postur badannya imut seperti itu) menyuntik makhluk sebesar sapi. Tiba-tiba, “Crrooookkkkkkk!!!”, begitu kira-kira bunyi ketika suntik itu ditanamkan ke badan sapi. Saya mengatakan kira-kira sebab suara itu muncul pada kesan saya, pada kenyataannya suara tersebut tidak terdengar.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba sapi yang tadinya berdiri gaya lunglai. Sapi tersebut seperti lumpuh mendadak. Saya mulai khawatir. “Jangan-jangan sapi tersebut mati. Waduhhhh, banyak warga di sini mengamati kami. Kalau sampai sapi tersebut mati, bisa dikeroyok banyak orang kami nanti.”, kekhawatiran saya mulai mengembang. Saya mulai mengamati sekitar, memetakan kemana nanti kami bisa lari.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya salut dengan istri saya yang imut tersebut. Ia tidak seresah saya. Dia bilang: “Oooo, ini lemes karena tidak bisa bernapas.”. Ternyata ikatan kuat sang pemilik sapi pada leher sapi itulah yang membuat sapi lunglai. Maklum, tadi pemilik sapi khawatir sapinya loncat-loncat makanya sang peliharaan ditali kuat.</p>
<p style="text-align: justify;">Istri saya adalah istri jagoan! Hehe. Mumpung hari ini hari peringatan pernikahan maka saya numpang nulis ucapan untuk istri saya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">“Dinda, I Love You! Terimakasih ya sudah bikinkan baby selucu Indi. <img src='http://febriosw.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt="icon smile 19 FEBRUARI LINTAS MASA" class='wp-smiley' title="19 FEBRUARI LINTAS MASA" /> ”</p>
</blockquote>
<p style="text-align: center;"><a href="http://febriosw.web.id/19-februari-lintas-masa/wilisrio/" rel="attachment wp-att-1849"><img class="aligncenter size-full wp-image-1849" title="wilisrio" src="http://febriosw.web.id/wp-content/uploads/wilisrio.jpg" alt="wilisrio 19 FEBRUARI LINTAS MASA" width="398" height="404" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">&#8220;Ayah Bunda, Indi ikutan mejeng dummmmm&#8221;, Indi said.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://febriosw.web.id/19-februari-lintas-masa/indiikut/" rel="attachment wp-att-1850"><img class="aligncenter size-full wp-image-1850" title="indiikut" src="http://febriosw.web.id/wp-content/uploads/indiikut.jpg" alt="indiikut 19 FEBRUARI LINTAS MASA" width="398" height="348" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">&#8220;Iya Indi sayank&#8230;&#8221;, jawab Ayah dan Bundanya. Hehehehe.</p>
</blockquote>

				<!-- Social Sharing Toolkit v2.0.4 | http://www.marijnrongen.com/wordpress-plugins/social_sharing_toolkit/ -->
				<div class="mr_social_sharing_wrapper"><span class="mr_social_sharing"><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&amp;href=http%3A%2F%2Ffebriosw.web.id%2F19-februari-lintas-masa%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=51px&amp;height=24px" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:51px; height:24px;" allowTransparency="true"></iframe></span><span class="mr_social_sharing"><div id="fb-root"></div><fb:send href="http://febriosw.web.id/19-februari-lintas-masa/" font=""></fb:send></span><span class="mr_social_sharing"><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Ffebriosw.web.id%2F19-februari-lintas-masa%2F&amp;text=19+FEBRUARI+LINTAS+MASA" target="_blank" class="mr_social_sharing_popup_link"><img src="http://febriosw.web.id/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/twitter.png" alt="twitter 19 FEBRUARI LINTAS MASA" title="Share on Twitter" /></a></span><span class="mr_social_sharing"><g:plusone size="medium" count="false" href="http://febriosw.web.id/19-februari-lintas-masa/"></g:plusone></span><span class="mr_social_sharing"><script type="IN/Share" data-url="http://febriosw.web.id/19-februari-lintas-masa/"></script></span><span class="mr_social_sharing"><a href="mailto:?subject=19 FEBRUARI LINTAS MASA&amp;body=http://febriosw.web.id/19-februari-lintas-masa/"><img src="http://febriosw.web.id/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/email.png" alt="email 19 FEBRUARI LINTAS MASA" title="Share via email" /></a></span></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://febriosw.web.id/19-februari-lintas-masa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IDIOMA KASUS PERTANAHAN</title>
		<link>http://febriosw.web.id/idioma-kasus-pertanahan/</link>
		<comments>http://febriosw.web.id/idioma-kasus-pertanahan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 13:43:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>febriosw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Pertanahan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kasus pertanahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://febriosw.web.id/?p=1837</guid>
		<description><![CDATA[Ketika muncul suatu kasus perihal pertanahan, kambing paling jelas yang diingat masyarakat dan media massa adalah BPN (Badan Pertanahan Nasional)....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ketika muncul suatu kasus perihal pertanahan, kambing paling jelas yang diingat masyarakat dan media massa adalah BPN (Badan Pertanahan Nasional). Bahkan, mahasiswa yang pada hakikatnya berada pada lini cerdas kadang tidak selektif apalagi analitik menanggapi kasus seperti itu. Secara harfiah, memang seharusnya badan pemerintah tersebut bertanggung jawab atas semua sisi pertanahan di negeri ini. Paling tidak, badan pemerintah tersebut mengetahui semua seluk beluk pertanahan Indonesia. Namun, negeri ini masih “belajar hidup”.</p>
<p style="text-align: justify;">Utang Indonesia yang sudah mencapai seribu trilyun adalah suatu pertanda bahwa roda kehidupan di negeri ini belum sempurna. Makna yang terkandung pada nama Badan Pertanahan Nasional pun belum sempurna pada kenyataannya. Pertanahan di Indonesia tidak semua diserahkan pengelolaannya kepada Badan Pertanahan Nasional.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tulisan kali ini akan menyampaikan bercak-bercak kasus pertanahan di Indonesia. Anda yang mempunyai kepentingan dengan tanah, bercita-cita memiliki tanah atau rumah di kemudian hari, atau sekedar ingin mendalami pertanahan silakan baca tulisan ini. Selebihnya, silakan tinggalkan tulisan ini jika dirasa tidak penting. Saya hanya punya satu harapan: semoga tulisan ini menjadi salah satu pembayang bagi pembaca untuk hati-hati memperlakukan tanah miliknya.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Pertanahan di Indonesia dipegang oleh tiga pilar pemerintah. Pertanahan untuk kehutanan diselenggarakan oleh Kementerian Kehutanan dan jajarannya. Pertanahan untuk pertambangan diselenggarakan oleh Kementerian Energi Sumberdaya dan Mineral beserta jajarannya. Badan Pertanahan Nasional mengurusi pertanahan sisanya. Namun, sampai detik ini masih ada pilar bayangan yang juga “menguasai” pertanahan di Indonesia. Pilar tersebut adalah pilar kebudayaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Taring Badan Pertanahan Nasional sebenarnya dimulai dari adanya sertipikat hak atas tanah. Haknya dapat berupa Hak Milik (HM), Hak Pakai (HP), Hak Guna Bangunan (HGB), atau Hak Guna Usaha (HGU). Selama sertipikat itu tidak melekat pada suatu tanah maka Badan Pertanahan Nasional tidak memiliki “tanggungjawab” atas tanah tersebut. Kenyataan di Indonesia, perihal kepemilikan sertipikat tersebut menemui kendala kebudayaan. Kendala umum saya urai sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Seseorang merasa telah memiliki tanah ketika sudah melakukan jual-beli atas tanah.</li>
<li>Seseorang merasa telah memiliki tanah ketika telah membayar pajak terkait tanah (Pajak Bumi).</li>
<li>Seseorang merasa tanah itu milik nenek moyang jadi tidak perlu disertipikatkan.<span id="more-1837"></span></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">[Uraian Kendala Pertama]<br />
Kepemilikan tanah tidak seperti kepemilikan kendaraan. Ketika kita ingin memiliki tanah maka jual-beli tersebut harus dilanjutkan dengan pengurusan sertipikat. Jika kita cermat peraturan perundang-undangan maka proses jual-beli itupun bisa saja masih bermasalah. Jual-beli tanah harus dilakukan di depan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan dua orang saksi. Selain itu, PPAT harus menyebutkan secara detil riwayat dan perjanjian atas tanah tersebut pada Akta Tanah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">[Uraian Kendala Kedua]<br />
Pajak Bumi bukanlah pajak yang dikelola oleh Badan Pertanahan Nasional. Bukti setor pajak seperti itu juga bukanlah bukti kepemilikan atas tanah. Oleh karenanya, jika Anda membeli/memiliki tanah yang saat ini hanya dialasi girik segeralah urus sertipikatnya. Girik itu sebenarnya bukti pajak bukan bukti kepemilikan tanah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">[Uraian Kendala Ketiga]<br />
Lembaga formal yang ditunjuk di negara ini untuk validasi hak tanah (selain untuk pertambangan dan kehutanan) adalah Badan Pertanahan Nasional. Konsorsium adat atau kebudayaan bukanlah pemegang kendali hukum atas tanah. Klaim bahwa suatu bidang tanah adalah miliknya dan dibuktikan dengan surat dari ketua adat -misalnya- tidak memiliki kekuatan hukum. Apakah tanah adat tidak dilindungi? Tanah adat dilindungi sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Namun, kewajiban calon pemegang hak harus dipenuhi yaitu mengurus sertipikat haknya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;">Bingkai Idioma Kasus Pertanahan</span><br />
Ketiga uraian kendala di atas jika dikembangkan akan membentuk suatu idioma kasus pertanahan. Mengapa saya sebut idioma? Sebab orientasi kasus menjadi bias. Secara harfiah kata kasus tersebut seharusnya berlandas di Badan Pertanahan Nasional. Namun, secara substansi dan riwayat maka kasus tersebut bukanlah domain Badan Pertanahan Nasional. Mengapa bisa? Mari baca kelanjutannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan tabulasi yang saya baca akhir tahun 2011 lalu, kasus pertanahan (domain Badan Pertanahan Nasional) di bawah kisaran sepuluh ribu. Sementara sertipikat yang sudah dimiliki rakyat Indonesia sekitar tiga puluh lima juta lembar. Artinya, <em>blow up</em> bahwa kesahihan kerja Badan Pertanahan Nasional itu minim perlu secara bijak dinilai.</p>
<p style="text-align: justify;">Kasus pertanahan tidak selalu menjadi domain Badan Pertanahan Nasional. Berita yang muncul di media massa sering tidak se-ruh dengan hakikat kasusnya. Kasus “perebutan” tanah antar dua warga -misalnya- belum tentu itu menjadi ranah Badan Pertanahan Nasional. Jika masing-masing pihak yang berseteru tidak memiliki sertipikat atau salah satunya tidak memiliki sertipikat maka kesalahan sebenarnya bukan pada badan pemerintah tersebut. Apakah mungkin seseorang yang tidak memiliki sertipikat bersikukuh mengakui suatu tanah itu miliknya? Sangat mungkin dan sering terjadi! Pemicunya adalah yang saya urai pada ketiga kendala tadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kasus paling dramatis adalah ketika ada suatu kawasan yang dikuasai pihak kehutanan/pertambangan, kemudian di pinggiran areanya bertumbuh permukiman warga. Permukiman tersebut tidak segera ditindak tegas atau diberikan pengertian bahwa blok tersebut masih masuk kawasan kehutanan/pertambangan. Akhirnya permukiman tersebut melebar dan penduduknya bertambah dan beranak-pinak. Suatu saat sang pemilik kawasan berniat mengosongkan lahan tersebut dan berhadapan dengan warga. Siapa yang pertama dituding salah? Badan Pertanahan Nasional. Benar bahwa untuk urusan hak tanah perorangan itu akarnya di Badan Pertanahan Nasional. Namun, pada kasus tersebut warga tidak memiliki sertipikat hak atas tanahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Gambaran atas kasus-kasus nyata tersebut semoga mewakili pemaknaan saya atas idioma kasus pertanahan. Ada banyak <em>setting</em> kasus pertanahan di negara ini. Oleh karenanya, uruslah sertipikat tanah Anda sesegera mungkin untuk memastikan hak Anda atas tanah tersebut!</p>

				<!-- Social Sharing Toolkit v2.0.4 | http://www.marijnrongen.com/wordpress-plugins/social_sharing_toolkit/ -->
				<div class="mr_social_sharing_wrapper"><span class="mr_social_sharing"><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&amp;href=http%3A%2F%2Ffebriosw.web.id%2Fidioma-kasus-pertanahan%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=51px&amp;height=24px" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:51px; height:24px;" allowTransparency="true"></iframe></span><span class="mr_social_sharing"><div id="fb-root"></div><fb:send href="http://febriosw.web.id/idioma-kasus-pertanahan/" font=""></fb:send></span><span class="mr_social_sharing"><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Ffebriosw.web.id%2Fidioma-kasus-pertanahan%2F&amp;text=IDIOMA+KASUS+PERTANAHAN" target="_blank" class="mr_social_sharing_popup_link"><img src="http://febriosw.web.id/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/twitter.png" alt="twitter IDIOMA KASUS PERTANAHAN" title="Share on Twitter" /></a></span><span class="mr_social_sharing"><g:plusone size="medium" count="false" href="http://febriosw.web.id/idioma-kasus-pertanahan/"></g:plusone></span><span class="mr_social_sharing"><script type="IN/Share" data-url="http://febriosw.web.id/idioma-kasus-pertanahan/"></script></span><span class="mr_social_sharing"><a href="mailto:?subject=IDIOMA KASUS PERTANAHAN&amp;body=http://febriosw.web.id/idioma-kasus-pertanahan/"><img src="http://febriosw.web.id/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/email.png" alt="email IDIOMA KASUS PERTANAHAN" title="Share via email" /></a></span></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://febriosw.web.id/idioma-kasus-pertanahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TRIK SEO MAH KALAH!</title>
		<link>http://febriosw.web.id/trik-seo-mah-kalah/</link>
		<comments>http://febriosw.web.id/trik-seo-mah-kalah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 13:04:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>febriosw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Plesetan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[trik SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://febriosw.web.id/?p=1818</guid>
		<description><![CDATA[Berbeda dengan tulisan saya 30 Agustus 2010 lalu tentang Materi SEO, tulisan kali ini lebih menggelintir ke trik jitu mempopulerkan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berbeda dengan tulisan saya 30 Agustus 2010 lalu tentang <a href="http://febriosw.web.id/materi-seo-peringkat-pertama/" target="_blank">Materi SEO</a>, tulisan kali ini lebih menggelintir ke trik jitu mempopulerkan blog kita tanpa memperhatikan trik SEO dari para ahli. Bahkan, boleh dibilang trik jitu ini mengalahkan trik SEO sekalipun. Jika tulisan saya tentang materi SEO sampai sekarang masih menempati posisi pertama di Halaman Hasil Pencarian (SERP) Google karena komposisi tulisannya -kala itu mengamalkan ilmu dari para blogger yang getol berbagi trik SEO- maka trik jitu kali ini tidak perlu lagi komposisi untuk mengincar posisi teratas SERP.</p>
<p style="text-align: justify;">Trik jitu untuk mempopulerkan blog kita terdiri dari dua kanal bidikan sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>visualisasi blog,</li>
<li>pembahasaan blog.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dua kanal bidikan tersebut pada dasarnya adalah untuk memancing sebanyak-banyaknya pengunjung untuk <del>terjebak</del> berkunjung ke blog kita.</p>
<p style="text-align: justify;">[Visualisasi Blog]<br />
Salah satu aspek yang paling cepat tertangkap calon pengunjung visualisasi blog! Visualisasi blog boleh jadi secara konsep disejajarkan dengan peran bendera kenegaraan. Apabila kita melihat bendera dengan warna merah putih maka kita membayangkan atau menangkap bahwa pemilik bendera itu adalah Indonesia. Boleh jadi bayangan tersebut dikembangkan. Misal kita berlanjut membayangkan bahwa di negara pemilik bendera itu, sering terjadi kerusuhan persepakbolaan, kerusuhan praktik politik, dan sebagainya. Bagaimana jika melihat bendera hitam merah kuning? Jerman yang kemudian terlintas di ingatan kita. Jika dilanjutkan, kita bisa mengorek ingatan bahwa di negara tersebut dulu ada seorang tokoh terkenal yaitu Hitler. Dan begitu seterusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Bendera” blog jika dikreasikan dapat menjadi bermacam-macam. Kreasi pertama yang kadang kurang disadari adalah avatar kita! Anda yang sering <em>blogwalking</em> tentu sudah sangat akrab dengan avatar. Avatar-avatar Anda tersebut akan menjadi penjaga setia tulisan komentar Anda di blog yang pernah Anda kunjungi. Avatar akan tampil beriringan dengan tulisan komentar Anda. Hal yang lebih penting lagi adalah langsung ataupun tidak langsung, avatar tersebut dapat menunjukkan ke pengunjung lain perihal dimana URL blog Anda. Oleh karenanya, avatar adalah salah satu pintu strategis untuk memikat tamu. Nah, silakan imajinasikan avatar yang paling keren sehingga setiap orang yang melihatnya sekilas langsung ingin “mengklik”-nya alias meluncur ke blog si empunya avatar. Tapi jangan avatar yang sekreatif ini ya! Hehehe&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://febriosw.web.id/trik-seo-mah-kalah/avatar-porno/" rel="attachment wp-att-1820"><img class="aligncenter size-full wp-image-1820" title="visualisasi blog kelewat kreatif" src="http://febriosw.web.id/wp-content/uploads/avatar-porno.jpg" alt="avatar porno TRIK SEO MAH KALAH!" width="440" height="72" /></a>Visualisasi blog dapat juga tidak berujud avatar. <em>Banner-banner</em> mirip <em>ads</em> (iklan) yang ditempatkan di <em>sidebar</em> juga berperan tak beda dengan avatar. Keuntungan memanfaatkan visualisasi blog dengan <em>banner</em> adalah tampilan (visualisasi) berukuran jauh lebih lebar dari avatar. Kelemahannya mungkin seputar <em>banner</em> tersebut mau dipasang dimana? Kalau dipasang di blog pihak lain, biasanya terkena “pajak” alias tarif pasang iklan.<span id="more-1818"></span></p>
<p style="text-align: justify;">[Pembahasaan Blog]<br />
Pembahasaan blog pada dasarnya tak beda dengan visualisasi blog. Hanya saja kalau visualisasi muatannya lebih ke gambar sedangkan pembahasaan condong ke pengombinasian kata. Tanpa berpanjang lebar -karena pasti penjelasannya sudah tertangkap dari paragraf sebelumnya-, silakan susun kata kunci paling memikat untuk menjadi <em>anchor</em> blog Anda. Tapi jangan pakai jebakan Betmen seperti ini ya!<br />
<a href="http://febriosw.web.id/trik-seo-mah-kalah/teks-porno/" rel="attachment wp-att-1819"><img class="aligncenter size-full wp-image-1819" title="pembahasaan blog kelewat kreatif" src="http://febriosw.web.id/wp-content/uploads/teks-porno.jpg" alt="teks porno TRIK SEO MAH KALAH!" width="440" height="244" /></a>Jika Anda termasuk orang yang kritis menganalisis pasar, tentu sebelum memutuskan tema visualisasi/pembahasaan blog kita, kita terlebih dahulu melakukan riset sederhana. Kita menelusuri kata kunci paling populer di mesin pencari kemudian memvisualisasikan/membahasakan blog kita ke arah tema tersebut. Nah, masalahnya konon kata kunci berbau dewasa paling banyak dicari di Indonesia. Apakah kreativitas kita kemudian akan dibidik ke tema tersebut? Boleh atau tidak? Hehehehe.</p>

				<!-- Social Sharing Toolkit v2.0.4 | http://www.marijnrongen.com/wordpress-plugins/social_sharing_toolkit/ -->
				<div class="mr_social_sharing_wrapper"><span class="mr_social_sharing"><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&amp;href=http%3A%2F%2Ffebriosw.web.id%2Ftrik-seo-mah-kalah%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=51px&amp;height=24px" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:51px; height:24px;" allowTransparency="true"></iframe></span><span class="mr_social_sharing"><div id="fb-root"></div><fb:send href="http://febriosw.web.id/trik-seo-mah-kalah/" font=""></fb:send></span><span class="mr_social_sharing"><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Ffebriosw.web.id%2Ftrik-seo-mah-kalah%2F&amp;text=TRIK+SEO+MAH+KALAH%21" target="_blank" class="mr_social_sharing_popup_link"><img src="http://febriosw.web.id/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/twitter.png" alt="twitter TRIK SEO MAH KALAH!" title="Share on Twitter" /></a></span><span class="mr_social_sharing"><g:plusone size="medium" count="false" href="http://febriosw.web.id/trik-seo-mah-kalah/"></g:plusone></span><span class="mr_social_sharing"><script type="IN/Share" data-url="http://febriosw.web.id/trik-seo-mah-kalah/"></script></span><span class="mr_social_sharing"><a href="mailto:?subject=TRIK SEO MAH KALAH!&amp;body=http://febriosw.web.id/trik-seo-mah-kalah/"><img src="http://febriosw.web.id/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/email.png" alt="email TRIK SEO MAH KALAH!" title="Share via email" /></a></span></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://febriosw.web.id/trik-seo-mah-kalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DUA PULUH LIMA TAHUN</title>
		<link>http://febriosw.web.id/dua-puluh-lima-tahun/</link>
		<comments>http://febriosw.web.id/dua-puluh-lima-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 13:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>febriosw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Ucapan]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://febriosw.web.id/?p=1813</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini hari bernilai bagi saya. Dua puluh lima tahun lalu saya mulai mengintip dunia ini. Seperempat abad lalu saya...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini hari bernilai bagi saya. Dua puluh lima tahun lalu saya mulai mengintip dunia ini. Seperempat abad lalu saya mulai mendengarkan bunyi langsung dari telinga sendiri. Terimakasih untuk kedua orangtua saya yang begitu menyayangi anaknya yang suka “melompat-lompat” ini. Tiada yang dapat ananda berikan setara dengan kasih sayang dan apapun yang kalian berikan. Maafkan ananda jika selama 25 tahun ini banyak keliru dan tingkah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar pukul 00.00 WIB menginjak tanggal 07 Februari 2012 saya menulis status di Facebook seperti berikut. Tiada yang ingin dicari selain ungkapan syukur. Cekidot!</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://febriosw.web.id/dua-puluh-lima-tahun/statusultah/" rel="attachment wp-att-1814"><img class="aligncenter size-full wp-image-1814" title="Status Ultah FEBRIOSW" src="http://febriosw.web.id/wp-content/uploads/statusultah.jpg" alt="statusultah DUA PULUH LIMA TAHUN" width="440" height="345" /></a>Sebenarnya kalau ditambah masih banyak lagi. Misal: sudah mendekati beli rumah, sudah mendekati beli mobil, dan seterusnya. <img src='http://febriosw.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt="icon smile DUA PULUH LIMA TAHUN" class='wp-smiley' title="DUA PULUH LIMA TAHUN" />  Padahal belum sempat menabung. Berhubung temanya adalah angka 7 maka cukup 7 saja yang dideklarasikan. Terimakasih Tuhan atas berbagai nikmat yang Kau berikan. Terimakasih anak dan istrinya ayah. Terimakasih rekan-rekan yang ikut meramaikan kehidupan saya. Terimakasih. Terimakasih telah membaca tulisan yang tidak penting ini!</p>

				<!-- Social Sharing Toolkit v2.0.4 | http://www.marijnrongen.com/wordpress-plugins/social_sharing_toolkit/ -->
				<div class="mr_social_sharing_wrapper"><span class="mr_social_sharing"><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&amp;href=http%3A%2F%2Ffebriosw.web.id%2Fdua-puluh-lima-tahun%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=51px&amp;height=24px" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:51px; height:24px;" allowTransparency="true"></iframe></span><span class="mr_social_sharing"><div id="fb-root"></div><fb:send href="http://febriosw.web.id/dua-puluh-lima-tahun/" font=""></fb:send></span><span class="mr_social_sharing"><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Ffebriosw.web.id%2Fdua-puluh-lima-tahun%2F&amp;text=DUA+PULUH+LIMA+TAHUN" target="_blank" class="mr_social_sharing_popup_link"><img src="http://febriosw.web.id/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/twitter.png" alt="twitter DUA PULUH LIMA TAHUN" title="Share on Twitter" /></a></span><span class="mr_social_sharing"><g:plusone size="medium" count="false" href="http://febriosw.web.id/dua-puluh-lima-tahun/"></g:plusone></span><span class="mr_social_sharing"><script type="IN/Share" data-url="http://febriosw.web.id/dua-puluh-lima-tahun/"></script></span><span class="mr_social_sharing"><a href="mailto:?subject=DUA PULUH LIMA TAHUN&amp;body=http://febriosw.web.id/dua-puluh-lima-tahun/"><img src="http://febriosw.web.id/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/email.png" alt="email DUA PULUH LIMA TAHUN" title="Share via email" /></a></span></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://febriosw.web.id/dua-puluh-lima-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GOOGLE PAGERANK 2 BUAT FEBRIOSW.WEB.ID</title>
		<link>http://febriosw.web.id/google-pagerank-2-buat-febriosw.web.id/</link>
		<comments>http://febriosw.web.id/google-pagerank-2-buat-febriosw.web.id/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 15:32:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>febriosw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<category><![CDATA[Ucapan]]></category>
		<category><![CDATA[febriosw.web.id]]></category>
		<category><![CDATA[Google Pagerank]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://febriosw.web.id/?p=1791</guid>
		<description><![CDATA[Kaget! Sebelumnya saya tak begitu memperhatikan Google Pagerank. Badge Google Pagerank saja sudah saya turunkan lebih dari setahun yang lalu....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kaget! Sebelumnya saya tak begitu memperhatikan Google Pagerank. <em>Badge</em> Google Pagerank saja sudah saya turunkan lebih dari setahun yang lalu. Begitu pula dengan Alexa Rank. Namun, iseng-iseng saya penasaran setelah baca <a href="http://tomipurba.net/blog-pr-4/" target="_blank">tulisan Mas Tomi</a> tentang Google Pagerank blognya. Pada bulan November 2011, saya akhirnya menelusuri posisi Google Pagerank blog <a href="http://febriosw.web.id/" target="_blank">febriosw.web.id</a> ini. Dan hasilnya ternyata luar biasa: 1! Bagi saya munculnya angka adalah hal yang luar biasa. Daripada N/A kan? Hehehe&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Malam ini entah berawal dari mana tiba-tiba saja saya buka-buka Google dan kehabisan <em>keyword</em>. Akhirnya <em>keyword</em> “pagerank” lah yang terlintas. Muncullah alamat <a href="http://www.prchecker.info" target="_blank">prchecker.info</a>. Berhubung yang di hadapan saya waktu itu hanya kolom URL maka saya ketik “febriosw.web.id” dan klik tombol <em>check</em>-nya. Ding doooong! Ternyata Google Pagerank blog saya tambah 1 lagi! Google Pagerank blog febriosw.web.id menjadi 2 (dua). Langsung <em>printscreen</em> dan <em>save</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://febriosw.web.id/google-pagerank-2-buat-febriosw.web.id/dofollow-pagerank-2/" rel="attachment wp-att-1792"><img class="aligncenter size-full wp-image-1792" title="Google Pagerank 2 blog DOFOLLOW febriosw.web.id" src="http://febriosw.web.id/wp-content/uploads/dofollow-pagerank-2.png" alt="dofollow pagerank 2 GOOGLE PAGERANK 2 BUAT FEBRIOSW.WEB.ID" width="440" height="218" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Google Pagerank yang lumayan ini semoga menjadi nilai plus bagi status DOFOLLOW blog febriosw.web.id. <strong>Terimakasih para pengunjung, terimakasih Paman Google.</strong></p>

				<!-- Social Sharing Toolkit v2.0.4 | http://www.marijnrongen.com/wordpress-plugins/social_sharing_toolkit/ -->
				<div class="mr_social_sharing_wrapper"><span class="mr_social_sharing"><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&amp;href=http%3A%2F%2Ffebriosw.web.id%2Fgoogle-pagerank-2-buat-febriosw.web.id%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=51px&amp;height=24px" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:51px; height:24px;" allowTransparency="true"></iframe></span><span class="mr_social_sharing"><div id="fb-root"></div><fb:send href="http://febriosw.web.id/google-pagerank-2-buat-febriosw.web.id/" font=""></fb:send></span><span class="mr_social_sharing"><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Ffebriosw.web.id%2Fgoogle-pagerank-2-buat-febriosw.web.id%2F&amp;text=GOOGLE+PAGERANK+2+BUAT+FEBRIOSW.WEB.ID" target="_blank" class="mr_social_sharing_popup_link"><img src="http://febriosw.web.id/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/twitter.png" alt="twitter GOOGLE PAGERANK 2 BUAT FEBRIOSW.WEB.ID" title="Share on Twitter" /></a></span><span class="mr_social_sharing"><g:plusone size="medium" count="false" href="http://febriosw.web.id/google-pagerank-2-buat-febriosw.web.id/"></g:plusone></span><span class="mr_social_sharing"><script type="IN/Share" data-url="http://febriosw.web.id/google-pagerank-2-buat-febriosw.web.id/"></script></span><span class="mr_social_sharing"><a href="mailto:?subject=GOOGLE PAGERANK 2 BUAT FEBRIOSW.WEB.ID&amp;body=http://febriosw.web.id/google-pagerank-2-buat-febriosw.web.id/"><img src="http://febriosw.web.id/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/email.png" alt="email GOOGLE PAGERANK 2 BUAT FEBRIOSW.WEB.ID" title="Share via email" /></a></span></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://febriosw.web.id/google-pagerank-2-buat-febriosw.web.id/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BEKAL NIKAH</title>
		<link>http://febriosw.web.id/bekal-nikah/</link>
		<comments>http://febriosw.web.id/bekal-nikah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 11:34:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>febriosw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[bekal nikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://febriosw.web.id/?p=1785</guid>
		<description><![CDATA[Banyak rekan yang sering bertanya tentang lika-liku perjalanan cinta mereka. Ada yang bertanya bagaimana meluluhkan hati lelaki pujaannya. Para hawa...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Banyak rekan yang sering bertanya tentang lika-liku perjalanan cinta mereka. Ada yang bertanya bagaimana meluluhkan hati lelaki pujaannya. Para hawa menanyakan hal seperti itu kepada saya lebih sering dibanding titisan adam menanyakan hal sebaliknya. Kadang rekan bertanya juga apakah sosok di samping mereka adalah jodoh mereka. Beberapa rekan juga rela <em>study tour</em> ke kos saya sekedar <em>sharing</em> apakah mereka sudah layak menikah. Namun, hal yang paling menarik bagi saya adalah jika pertanyaannya seputar sosok seperti apa yang perjalanan cantik mendapatkan pendamping. Alasan pertama karena saya bukan paranormal cinta. Alasan kedua, meskipun kriteria “cantik” itu relatif, parameter penilaian mendekati universal. Perspektif yang saya anut pun tentu perspektif hidup yang beberapa disarikan dari pengalaman. Di usia sebayanya, boleh jadi saya termasuk laki-laki yang menikah awal. Wajar jika banyak pertanyaan masuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya akan mengurai tulisan saya ke dalam empat pokok pikiran sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Jajaki Pasangan Sebelum Memutuskan Lanjut</li>
<li>Laki-laki Sebaiknya Memiliki Pekerjaan Mapan</li>
<li>Komposisi Pasangan Ideal</li>
<li>Menikah dengan Sekedarnya</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Cekidot selengkapnya!</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Jajaki Pasangan Sebelum Memutuskan Lanjut</span></p>
<p style="text-align: justify;">Saya terkesima, di tengah riuhnya era berpacaran akut ternyata masih ada lelaki yang memutuskan menikah dengan wanita yang belum dikenalnya. Berpacaran akut adalah proses penjajakan yang lama atas pasangan mereka. Satu <em>point</em> yang sebaiknya diingat bahwa penjajakan yang baik adalah penjajakan yang tidak meninggalkan jejak. Silakan ditafsirkan makna “jejak” tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Penjajakan pasangan penting perannya untuk meminimalisir kekecewaan di masa berikutnya (memulai pernikahan). Saya mendapati kisah nyata menarik. Lelaki yang tidak memanfaatkan kesempatan penjajakan pasangan menjadi galau ketika mendekati hari pernikahan. Pertanyaan yang berkecamuk di pikirannya pun banyak sekali: apakah calon istrinya pelit, apakah calon istrinya mengidap suatu penyakit, apakah betisnya halus, apakah rambutnya lurus, bagaimana riwayat hidupnya, mengidap penyakitkah, sampai apakah dia berasal dari keluarga yang baik. Pertanyaan itu semakin mengembang dan meruncing ketika tampak sosok pembanding (wanita) yang memikat di depannya. Pernikahan yang seharusnya disambut dengan tenang dan mantap pun terjadi sebaliknya. Ia tidak mantap dengan pernikahan yang ia rencanakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Seseorang sebaiknya melakukan penjajakan dulu terhadap pasangannya. Penjajakan itu utamanya menyangkut bibit, bobot, dan bebetnya. Penjajakan bukan kemudian dilancarkan dengan model pergaulan bebas. Toh, kalau masalah “itu” sebenarnya tidak jauh beda antara satu orang dengan orang lain. Sehingga, hal seperti “itu” tidak perlu “dicoba” sebelum menikah atau bahkan sebagai syarat memutuskan mau menikah atau tidak.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;">Laki-laki Sebaiknya Memiliki Pekerjaan Mapan</span></p>
<p style="text-align: justify;">Menikah mendatangkan rejeki? Benar. Namun, perlu diperhatikan bahwa rejeki itu tidak lantas turun dari langit layaknya hujan. Rejeki itu tetap harus dijemput dengan usaha. Dan rejeki itu macamnya banyak. Rejeki bisa berupa kesehatan, dapat berujud keselamatan, bukan hanya uang atau materi.</p>
<p style="text-align: justify;">Menikah adalah gerbang ke-kompleks-an hidup. Pasangan yang telah menikah wajib bisa berbaur dengan masyarakat, bersosialisasi aktif, mengelola masalah sendiri, dan insyaallah akan segera mendapatkan keturunan. Padatnya situasi yang harus dihadapi tersebut mengilustrasikan bahwa tidak ada waktu cukup lagi untuk “bernafas” apalagi “mencari lowongan pekerjaan”. Sementara, situasi-situasi tersebut sarat kebutuhan materi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pekerjaan mapan itu seperti apa? Pekerjaan mapan itu adalah pekerjaan yang usianya tidak hanya setahun, dua tahun, atau bahkan hanya durasi bulan. Mapan mengusung makna <em>long time</em>. Apakah harus bekerja sebagai pegawai negeri? Tidak. Bekerja di sektor swasta pun bisa dikatakan mapan dalam kasus ini. Namun, bekerja yang tetap bukan model kontrak berjangka waktu pendek. Bagaimana dengan pengusaha? Selama penghasilannya minimal ajeg (usaha sudah stabil) maka tidak masalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah laki-laki yang belum bekerja tidak boleh menikah? Boleh saja. Anda yang beragama Islam tentu sudah mempelajari bahwa tidak ada larangan menikah sebelum bekerja. Hanya saja disarankan untuk bekerja/berpenghasilan terlebih dahulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana dengan wanita? <span id="more-1785"></span>Wanita -bagi saya- tidak wajib bekerja apalagi bekerja <em>full time</em>. Sebab, wanita memiliki peran penting tak tergantikan: membesarkan putra-putri. Kesuksesan suatu pernikahan dinilai kelak ketika benih-benih yang dihasilkan (putra-putri) juga sukses menjadi pribadi yang matang dan mandiri. Kesuksesan karir dan glamour materi orang yang sudah menikah bukanlah lambang kesuksesan pernikahan mereka. Masih ada <em>point</em> penting yang harus dinilai: “Apakah putra-putrinya sukses?”.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;">Komposisi Pasangan Ideal</span></p>
<p style="text-align: justify;">Komposisi pasangan ideal yang signifikan mempengaruhi kestabilan kehidupan pasca pernikahan adalah potensi yang terkandung dalam jiwa masing-masing. Pasangan dengan beda tinggi badan jauh? Tidak masalah. Wanita hitam sementara pasangannya putih? Selama mereka tidak mempermasalahkan tentu tidak masalah. Aspek fisik tidak terlalu berpengaruh terhadap kestabilan kehidupan pasca pernikahan. Syaratnya, aspek fisik tersebut telah sama-sama dimaklumi sejak sebelum menikah (masa penjajakan).</p>
<p style="text-align: justify;">Aspek yang riskan mempengaruhi kestabilan kehidupan pasca pernikahan adalah aspek psikis. Aspek psikis bermuara dari berbagai hal: pendidikan, asal-usul keluarga, sifat, gaya hidup, dan sebagainya. Aspek ini tidak se-statis aspek fisik (tinggi badan, warna kulit, warna rambut, raut wajah, dan semacamnya). Aspek psikis dapat menciptakan suasana emosi berfluktuasi di kemudian hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Tingkat pendidikan laki-laki dan pasangannya selayaknya seimbang. Bukan setara. Setara adalah jika laki-laki berpendidikan master maka pasangannya juga master. Kondisi yang linked jika pendidikan seimbang. Laki-laki berpendidikan sarjana maka pasangannya SMA atau maksimal diploma. Laki-laki berpendidikan master maka pasangannya sarjana. Begitu seterusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini bukan masalah emansipasi wanita. Toh tidak ada larangan bagi wanita untuk berpendidikan tinggi. Bahkan, tidak dilarang juga wanita yang sudah berkeluarga menuntut ilmu kembali. Tetapi sebaiknya pendidikan kepala keluarga tetap lebih tinggi. Filosofi yang dianut sederhana. Seorang kepala keluarga harus berwawasan luas dan berdikari memimpin!</p>
<p style="text-align: justify;">Saya berikan gambaran nyata lain. Andai suatu keluarga didapati pendidikan istri lebih tinggi maka tidak tertutup kemungkinan istri akan lebih dahulu memegang posisi penting dalam karirnya. Posisi penting dalam karir berimbas pada kanal pendapatannya. Semakin strategis posisi karir maka semakin tebal pendapatannya. Suasana emosi suami akan berat ketika sang istri pada kenyataannya jauh lebih jago menjaring uang dan lebih kuat menopang perekonomian keluarga! Efek tersebut bisa jadi tidak hanya berakhir sampai di situ. Pihak ketiga bisa saja melakukan injeksi yang merendahkan suami tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;">Menikah dengan Sekedarnya</span></p>
<p style="text-align: justify;">Konsep ini bagi sebagian orang berat bahkan dianggap tidak realistis. Menikah dengan sekedarnya adalah menikah yang bebas. Tidak semua pasangan di dunia ini keduanya atau salah satunya berasal dari kalangan berduit. Kadang berasal dari kalangan sederhana juga. Pernikahan sendiri tidak menghalangi orang tak beruang untuk menikah.</p>
<p style="text-align: justify;">Menikah dengan sekedarnya itu seperti apa? Seorang/pasangan yang berasal dari kalangan beruang memiliki kesempatan untuk memilih kadar kedarnya. Bisa saja memilih pernikahan dengan biaya hajatan 200 juta rupiah, 100 juta rupiah, 1 milyar rupiah, atau 5 juta rupiah. “Sekedarnya” itu lebih condong berarti “bebas” tetapi tidak membebani. Seorang/pasangan yang penghasilan per bulan tidak lebih dari 2 juta rupiah -misalnya- tidak perlu mengharuskan pernikahan bernilai ratusan juta rupiah. Sebab, biaya yang muncul pada pernikahan hanyalah biaya sesaat. Pernikahan akan dibiayai banyak ataupun sedikit tidak berkorelasi positif dengan masa depan kehidupan pasca pernikahan. Pernikahan mahal tidak lantas menjamin kehidupan pasca pernikahan selalu berhasil. Begitu pula dengan pernikahan sederhana.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana jika kadar kedar tersebut terbentur tradisi? Beberapa suku/ras memang masih memegang teguh “klasifikasi harga barang dagangannya”. Rekan saya -wanita- berasal dari suatu suku itu. Ia telah lulus pendidikan master, telah bekerja tetap di pemerintahan, dan telah dihadiahi mobil oleh orangtuanya. Rekan saya tersebut sampai usia menjelang kepala tiga belum mendapat gambaran siapa calon suaminya. Setiap laki-laki yang mendekat pasti mundur teratur begitu mengetahui riwayat rekan saya tersebut. Muara sumbernya satu: rekan saya tadi -menurut suku/rasnya- berharga lebih dari 500 juta rupiah. Artinya, setiap laki-laki yang berniat menikahinya harus menyediakan uang 500 juta rupiah sebagai maharnya (mungkin yang benar bukan disebut mahar, kalau Om e-k-o menyebutnya Jujuran untuk di Kalimantan). Lalu bagaimana?</p>
<p style="text-align: justify;">Mari kembali pada konsep penjajakan pasangan. Bukan hal yang tidak mungkin bahwa suatu tradisi bisa ditengahi. Intensitas dan kedekatan komunikasi antara laki-laki dengan wanita yang akan dinikahinya sangat penting. Harapannya, ketika mereka memutuskan akan menikah maka pihak yang menerima mahar (biasanya wanita) dapat pro pasangan. Bukankah kalau pasangan sudah berkomitmen akan menikah pasti sudah saling pro (dukung)? Tidak selalu. Rekan saya dan pasangannya telah berniat menikah. Namun, pada banyak sektor pembicaraan strategis, sang wanita tidak pro dengan calon suaminya. Calon suaminya diperlakukan layaknya domba yang sedang digembala orangtua sang wanita. Jangan sampai seperti itu. Jika talenta saling dukung telah terbentuk maka ketika muncul permasalahan mereka dapat saling membantu. Jika ada permasalahan antara laki-laki dengan calon mertuanya maka sang anak wanita harus menjadi corong yang mendekatkan hati laki-laki kepada orangtuanya. Begitu sebaliknya.</p>
<p>Sekian bekal nikah dari saya. Jika saya dapat ilmu baru, insyaallah saya update tulisannya. Bagi yang hendak menambahkan, silakan. Semoga bermanfaat!</p>

				<!-- Social Sharing Toolkit v2.0.4 | http://www.marijnrongen.com/wordpress-plugins/social_sharing_toolkit/ -->
				<div class="mr_social_sharing_wrapper"><span class="mr_social_sharing"><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&amp;href=http%3A%2F%2Ffebriosw.web.id%2Fbekal-nikah%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=51px&amp;height=24px" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:51px; height:24px;" allowTransparency="true"></iframe></span><span class="mr_social_sharing"><div id="fb-root"></div><fb:send href="http://febriosw.web.id/bekal-nikah/" font=""></fb:send></span><span class="mr_social_sharing"><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Ffebriosw.web.id%2Fbekal-nikah%2F&amp;text=BEKAL+NIKAH" target="_blank" class="mr_social_sharing_popup_link"><img src="http://febriosw.web.id/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/twitter.png" alt="twitter BEKAL NIKAH" title="Share on Twitter" /></a></span><span class="mr_social_sharing"><g:plusone size="medium" count="false" href="http://febriosw.web.id/bekal-nikah/"></g:plusone></span><span class="mr_social_sharing"><script type="IN/Share" data-url="http://febriosw.web.id/bekal-nikah/"></script></span><span class="mr_social_sharing"><a href="mailto:?subject=BEKAL NIKAH&amp;body=http://febriosw.web.id/bekal-nikah/"><img src="http://febriosw.web.id/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/email.png" alt="email BEKAL NIKAH" title="Share via email" /></a></span></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://febriosw.web.id/bekal-nikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>APAKAH THEME BLOG ANDA AMAN?</title>
		<link>http://febriosw.web.id/apakah-theme-blog-anda-aman/</link>
		<comments>http://febriosw.web.id/apakah-theme-blog-anda-aman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 07:57:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>febriosw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[malcode]]></category>
		<category><![CDATA[malicious]]></category>
		<category><![CDATA[theme blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://febriosw.web.id/?p=1781</guid>
		<description><![CDATA[Musuh dalam selimut tidak hanya ada di dunia fisik! Konsep tersebut ada pula di dunia maya. Malicious code atau malcode...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Musuh dalam selimut tidak hanya ada di dunia fisik! Konsep tersebut ada pula di dunia maya. <em>Malicious code</em> atau <em>malcode</em> adalah gubahan dari musuh maya tersebut. Silakan baca ulasan tentang <em>malcode</em> <a href="http://hendri.staff.uns.ac.id/2009/03/hati-hati-malicious-code/" target="_blank">di sini</a>. <em>Malicious code</em> dapat merusak “properti” maya kita. Properti kita kini tak hanya komputer. Namun, blog termasuk properti kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal dominan dari suatu blog -menurut hemat saya- ada tiga, yaitu: mesin blog (<em>engine</em>, CMS), theme, dan tentu isi blog. <em>Theme</em> adalah satu figur paling menonjol dalam etalase blog. <em>Theme</em>-lah wajah blog kita! Isi blog adalah pancaran auranya. Wajar jika <em>theme</em> menjadi sosok yang paling diperhatikan para blogger. Bahkan, <em>theme</em> menjadi perantara menyampaikan <em>mood</em> pemilik blog. Pertanyaannya, apakah <em>theme</em> blog Anda aman? Jangan-jangan <em>theme</em> blog Anda disusupi <em>malcode</em> atau <em>code-code</em> yang tidak diinginkan (<em>unwanted code</em>).</p>
<p style="text-align: justify;">Anda pemilik blog dengan CMS WordPress (<em>self hosting</em>) dapat memanfaatkan plugin TAC (<em>Theme Authenticity Checker</em>) untuk memeriksa keabsahan <em>theme</em> blog Anda. Silakan unduh modulnya <a href="http://wordpress.org/extend/plugins/tac/" target="_blank">di sini</a> lalu <em>install</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Anda cukup pergi ke <em>Appearance</em> di <em>Dashboard</em> blog Anda. Lalu, klik saja TAC. Setelah itu ikuti alurnya dan tet toooot,,, Anda akan melihat mana saja <em>theme</em> blog koleksi Anda yang bersih dari <em>malcode</em> dan mana yang tidak.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga<em> theme</em> blog kesukaan Anda termasuk yang bersih dari <em>malcode</em>!</p>

				<!-- Social Sharing Toolkit v2.0.4 | http://www.marijnrongen.com/wordpress-plugins/social_sharing_toolkit/ -->
				<div class="mr_social_sharing_wrapper"><span class="mr_social_sharing"><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&amp;href=http%3A%2F%2Ffebriosw.web.id%2Fapakah-theme-blog-anda-aman%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=51px&amp;height=24px" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:51px; height:24px;" allowTransparency="true"></iframe></span><span class="mr_social_sharing"><div id="fb-root"></div><fb:send href="http://febriosw.web.id/apakah-theme-blog-anda-aman/" font=""></fb:send></span><span class="mr_social_sharing"><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Ffebriosw.web.id%2Fapakah-theme-blog-anda-aman%2F&amp;text=APAKAH+THEME+BLOG+ANDA+AMAN%3F" target="_blank" class="mr_social_sharing_popup_link"><img src="http://febriosw.web.id/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/twitter.png" alt="twitter APAKAH THEME BLOG ANDA AMAN?" title="Share on Twitter" /></a></span><span class="mr_social_sharing"><g:plusone size="medium" count="false" href="http://febriosw.web.id/apakah-theme-blog-anda-aman/"></g:plusone></span><span class="mr_social_sharing"><script type="IN/Share" data-url="http://febriosw.web.id/apakah-theme-blog-anda-aman/"></script></span><span class="mr_social_sharing"><a href="mailto:?subject=APAKAH THEME BLOG ANDA AMAN?&amp;body=http://febriosw.web.id/apakah-theme-blog-anda-aman/"><img src="http://febriosw.web.id/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/email.png" alt="email APAKAH THEME BLOG ANDA AMAN?" title="Share via email" /></a></span></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://febriosw.web.id/apakah-theme-blog-anda-aman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DAFTAR MAKANAN SEHAT</title>
		<link>http://febriosw.web.id/daftar-makanan-sehat/</link>
		<comments>http://febriosw.web.id/daftar-makanan-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 17:27:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>febriosw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://febriosw.web.id/?p=1771</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh kisah yang memilukan bagi saya. Seorang laboran -di kampus saya dulu- dinyatakan ginjalnya rusak. Ia harus cuci darah 2...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sungguh kisah yang memilukan bagi saya. Seorang laboran -di kampus saya dulu- dinyatakan ginjalnya rusak. Ia harus cuci darah 2 kali seminggu. Saya jadi teringat istrinya yang belum lama meninggal muda. Kisah laboran yang kini sebenarnya sedang sangat dibutuhkan anak-anaknya itu mampu mengubah perilaku makan saya. Saya tak lagi berani sering makan-makanan kemasan. Bahkan, untuk minuman saya baru sebatas berani minum air putih.<br />
Kisah laboran tersebut adalah kisah nyata. Awal mula tragedi adalah pengonsumsian minuman kemasan. Pada tulisan kali ini saya tidak akan menyebut merk atau jenis minum-minuman yang dikonsumsi laboran tersebut sebelumnya. Namun, saya ingin menampilkan daftar makanan yang sebenarnya juga memiliki potensi menyehatkan dan membahayakan.<br />
Rekan-rekan sekalian, berikut saya kutipkan Daftar Makanan Sehat. Daftar yang berisi item makanan yang sehat dan tidak untuk dikonsumsi ini saya peroleh dari brosur Pramita Utama Diagnostic Center. Klasifikasi makanan berdasar kadar kolesterol oleh Pramita Utama diambil dari Penuntun Diet terbitan Gramedia Pustaka Indonesia 2005 yang disusun Instalasi Gizi RSCM dan Asosiasi Dietesien Indonesia. Sedangkan klasifikasi berdasarkan kandungan purin oleh Pramita Utama diambil dari Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakit tulisan Andry H yang diterbitkan EGC2006. Silakan dicatat (kalau perlu).</p>
<p>[Klasifikasi Makanan Berdasar Kadar Kolesterol]<br />
Makanan di bawah dikategorikan <span style="color: #008000;">SEHAT DIKONSUMSI SECARA BEBAS</span>:</p>
<ol>
<li>Putih telur ayam (0 mg)</li>
<li>Daging ayam tanpa kulit (60 mg)</li>
<li>Daging bebek tanpa kulit (50 mg)</li>
<li>Daging sapi tanpa gajih (70 mg)</li>
<li>Daging kambing tanpa gajih (70 mg)</li>
<li>Ikan (70 mg)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Makanan di bawah dikategorikan <span style="color: #008000;">SEHAT DIKONSUMSI SECARA SESEKALI</span>:</p>
<ol>
<li>Susu sapi full cream (85 mg)</li>
<li>Daging asap (98 mg)</li>
<li>Iga sapi (100 mg)</li>
<li>Daging sapi dengan gajih (125 mg)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Makanan di bawah dikategorikan <span style="color: #ff6600;">SEHAT DIKONSUMSI SECARA HATI-HATI</span>:</p>
<ol>
<li>Keju  (100 mg)</li>
<li>Sosis daging (150 mg)</li>
<li>Kepiting (150 mg)</li>
<li>Udang (125 mg)</li>
<li>Kerang (160 mg)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Makanan di bawah dikategorikan <span style="color: #ff0000;">BAHAYA DIKONSUMSI</span>:</p>
<ol>
<li>Belut (185 mg)</li>
<li>Coklat (290 mg)</li>
<li>Mentega (250 mg)</li>
<li>Jeroan sapi (380 mg)</li>
<li>Kuning telur (550 mg)</li>
<li>Jeroan kambing (610 mg)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Makanan di bawah dikategorikan <span style="color: #ff0000;">PANTANG DIKONSUMSI</span>:</p>
<ol>
<li>Cumi-cumi (1170 mg)</li>
<li>Otak (2000 mg)</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">[Klasifikasi Makanan Berdasar Kandungan Purin]<br />
Makanan berikut Kelompok 3 (kandungan purin rendah). Makanan di bawah dikategorikan <span style="color: #008000;">SEHAT DIKONSUMSI SETIAP HARI</span>:</p>
<ol>
<li>Nasi</li>
<li>Ubi</li>
<li>Singkong</li>
<li>Jagung</li>
<li>Roti</li>
<li>Mie/bihun</li>
<li>Cake/kue kering</li>
<li>Puding</li>
<li>Susu</li>
<li>Keju</li>
<li>Telur</li>
<li>Sayuran dan buah (kecuali sayuran dalam Kelompok 2)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Makanan berikut Kelompok 2 (kandungan purin sedang). Makanan di bawah dikategorikan <span style="color: #ff6600;">BOLEH DIKONSUMSI TIDAK BERLEBIHAN/DIBATASI</span>:</p>
<ol>
<li>Daging sapi dan ikan (kecuali yang di Kelompok 1)</li>
<li>Ayam</li>
<li>Udang</li>
<li>Tahu</li>
<li>Tempe</li>
<li>Asparagus</li>
<li>Bayam</li>
<li>Daun Singkong</li>
<li>Kangkung</li>
<li>Daun dan biji melinjo</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Makanan berikut Kelompok 1 (kandungan purin tinggi). Makanan di bawah dikategorikan <span style="color: #ff0000;">SEBAIKNYA DIHINDARI</span>:</p>
<ol>
<li>Otak</li>
<li>Hati</li>
<li>Jantung</li>
<li>Ginjal</li>
<li>Jeroan</li>
<li>Ekstrak daging/kaldu</li>
<li>Daging bebek</li>
<li>Ikan Sarden</li>
<li>Makarel</li>
<li>Kerang</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Semoga bermanfaat!</p>

				<!-- Social Sharing Toolkit v2.0.4 | http://www.marijnrongen.com/wordpress-plugins/social_sharing_toolkit/ -->
				<div class="mr_social_sharing_wrapper"><span class="mr_social_sharing"><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&amp;href=http%3A%2F%2Ffebriosw.web.id%2Fdaftar-makanan-sehat%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=51px&amp;height=24px" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:51px; height:24px;" allowTransparency="true"></iframe></span><span class="mr_social_sharing"><div id="fb-root"></div><fb:send href="http://febriosw.web.id/daftar-makanan-sehat/" font=""></fb:send></span><span class="mr_social_sharing"><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Ffebriosw.web.id%2Fdaftar-makanan-sehat%2F&amp;text=DAFTAR+MAKANAN+SEHAT" target="_blank" class="mr_social_sharing_popup_link"><img src="http://febriosw.web.id/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/twitter.png" alt="twitter DAFTAR MAKANAN SEHAT" title="Share on Twitter" /></a></span><span class="mr_social_sharing"><g:plusone size="medium" count="false" href="http://febriosw.web.id/daftar-makanan-sehat/"></g:plusone></span><span class="mr_social_sharing"><script type="IN/Share" data-url="http://febriosw.web.id/daftar-makanan-sehat/"></script></span><span class="mr_social_sharing"><a href="mailto:?subject=DAFTAR MAKANAN SEHAT&amp;body=http://febriosw.web.id/daftar-makanan-sehat/"><img src="http://febriosw.web.id/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/email.png" alt="email DAFTAR MAKANAN SEHAT" title="Share via email" /></a></span></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://febriosw.web.id/daftar-makanan-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

