Meski blog febriosw.web.id bukan blog populer, saya ingin memohon maaf karena belakangan blog ini tidak di-update. Ada beberapa situasi yang membuat blog ini limbung kebingungan bagai kapal yang menghadapi berbagai badai.
[Situasi Pertama]
Pemilik blog alias saya sedang bingung memilih tema blog untuk keberlangsungannya. Blog ini pertama kali mengusung tema kedisiplinan di bidang Penginderaan Jauh, GIS, dan Kartografi. Pemantiknya adalah kala itu saya sedang getol-getolnya kuliah di Jurusan Kartografi dan Penginderaan Jauh – Fakultas Geografi – UGM. Setelah lulus pun, saya masih berkecimpung di bidang yang sama. Kini, saya diterima sebagai PNS di badan pemerintah yang mengurusi legalitas hak (tanah). Meskipun ada muatan kebumian dan teknologi antariksa di tupoksi badan tersebut, tetap saja setiap pegawai diwajibkan memahami peraturan perundangan yang jumlahnya sangat banyak. Waktu dan konsentrasi pun tak lagi fokus ke bidang yang telah lama saya tekuni.
[Situasi Kedua]
Cerita pada situasi kedua ini semoga tidak diartikan sebagai keluh kesah apalagi pembebanan. Saya membina keluarga baru jarak jauh. Saya ada di Jakarta, istri saya jadi PNS di Lampung, dan anak saya juga di Lampung. Disparitas motivasi para kepala daerah maupun pejabat negara membuat usaha kami untuk menyatukan keluarga baru kami sungguh tidak mudah. Waktu dan konsentrasi pun kini tak hanya tersedot pada dunia baru pekerjaan tetapi upaya untuk memastikan bahwa keluarga yang saya bina ini selamat dari berbagai godaan dan tantangan.
Dua situasi makro tersebut membuat saya kehilangan stabilitas untuk tetap eksis di dunia blogging. Namun, anehnya, saya masih sering menulis di jejaring lain: Facebook. Dan komentar-komentar yang masuk bagaikan cendol di dunia Kaskuser. Silakan baca beberapa komentar berikut:

Kemudian komentar yang ini:

Terus komentar yang ini:

Komentar-komentar yang ada di Facebook dan blog ini memiliki beda gairah. Komentar di Facebook lebih “hidup”. Sedangkan komentar di blog tak semeriah itu. Analisis sementara menghasilkan beberapa praduga berikut:
[Praduga Pertama]
Tema yang dibidik untuk blog ini masih awam di kalangan masyarakat Indonesia -khususnya blogger-. Wajar jika kemudian komentar yang masuk pun tidak berkorelasi kuat dengan substansi yang ditulis. Malangnya pula, jumlah komentar menurun dari waktu ke waktu. Kondisinya sangat berbeda dengan tulisan di Facebook. Tulisan di Facebook lebih memikat orang untuk berkomentar karena temanya bebas meskipun ditulis tak kalah panjang dengan tulisan di blog.
[Praduga Kedua]
Beberapa pengunjung blog ini terpana dengan ikon DOFOLLOW di kanan-atas halaman blog ini. Akhirnya pengunjung-pengunjung tersebut pun membubuhkan komentarnya. Namun, ketika mereka men-cek dengan tool khusus ternyata link mereka di blog saya tidak DOFOLLOW. Mereka pun kemudian menuduh blog ini bohong DOFOLLOW. Padahal jika dicermati baik-baik, ikon maupun screentips-nya mengurai bahwa status DOFOLLOW tersebut setelah pengunjung meninggalkan sepuluh komentar. Halaman penjelasan sepertinya juga tidak dibaca.
Beberapa situasi dan praduga yang saya himpun tersebut mendorong saya untuk melakukan format ulang blog ini. Format ulang blog tidak lantas blog dibuat terlahir baru kembali dengan menghapus arsip lama sekaligus desainnya. Format ulang blog terbatas pada tema yang dibidik dan ambang DOFOLLOW. Ambang batas DOFOLLOW sekarang diturunkan jadi tiga komentar saja. Nah, untuk masalah tema masih belum fix meskipun keputusan untuk mengganti tema sudah fix. Ada masukan?

